Tuesday, September 19, 2006

Agar ASI lancar di awal masa menyusui

(Diterjemahkan dari artikel “How to Get Your Milk Supply Off to a Good Start”)
Lisa Marasco, IBCLC
Santa Maria CA USA
Diana West, IBCLC
Long Valley NJ USA
From: NEW BEGINNINGS, Vol. 22 No. 4, July-August 2005, pp. 142-147

Idealnya proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 - 30 menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan utk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut bayi hingga ia dapat “mengunci” dan menyusu dg baik) dan menyusu dengan baik.  Riset menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir, akan mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu kurang dari 50 menit. Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tsb dilakukan akan membuat bayi kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan (Righard and Alade 1990; Widstrom et al. 1990; Wang and Wu 1994). Oleh karena itu, pastikan bahwa bayi mendapatkan kesempatan utk melakukan proses inisiasi menyusui paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang proses lancarnya ASI di kemudian hari.

Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi nampak tidak dapat latch on dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi (Ransjo-Arvidson et al. 2001).

Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui atau melakukan latch on. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya, semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin (Lihat kolom di halaman 144.)

Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump elektrik dan ibu butuh bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan dapat membantu ibu dalam menggunakan alat tsb.

Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat berduaan dan terciptanya bonding antara ibu dan bayi. Meskpun tidak mudah membuat suasana spt it di RS, namun adanya dukungan, support dan kenyamanan akan membantu ibu dalam proses makin lancarnya produksi ASI.

    Menyusui Pasca Melahirkan dengan Operasi Cesar

Ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar (c-sections) seringkali sulit menyusui bayinya segera setelah ia lahir. Terutama jika ibu diberikan anastesi umu. Ibu relatif tidak sadar untuk dapat mengurus bayinya di jam pertama setelah bayi lahir. Meskipun ibu mendapat epidural yang membuatnya tetap sadar, kondisi luka operasi di bagian perut relatif membuat proses menyusui sedikit terhambat. Sementara itu, bayi mungkin mengantuk dan tidak responsif untuk menyusu, terutama jika ibu mendapatkan obat-obatan penghilang sakit sebelum operasi. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa proses melahirkan dengan cesar akan menghambat terbentuknya produksi ASI (Dewey et al. 2003; Grajeda and Perez-Escamilla 2002; Rowe-Murray Fisher 2002; Hartmann 1987). Meskipun demikian, menyusui sesering mungkin setelah proses kelahiran dg cesar akan meminimalisasi masalah-masalah tsb. Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dg cesar memiliki produksi ASI yang berlimpah.

Kehebatan Kolostrum

Tiap ibu perlu mengetahui dan menghargai betul betapa berharganya kolostrum. Kolostrum, cairan bening kekuningan yang sering disebut “Pre-milk”, akan diproduksi di hari-hari pertama menyusui. Kolostrum, kemudian disusul dengan ASI “matang”, akan menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif rendah lemak dan karbohidrat, tetapi kaya akan protein. Kandungan tsb sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-sel hidup yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen. Kolostrum ini akan melindungi bagian dalam usus bayi dan menjaganya dari absorpsi substansi-substansi yang dapat menyebabkan terjadinya alergi. Faktor imun seperti IgG dan IgA sangat banyak jumlahnya dalam kolostrum dibandingkan dengan ASI matang.

Kedua zat imun tsb akan menstimulasi dan meningkatkan sistem imun bayi. Dan penelitian menunjukkan bahwa manfaat tsb akan terus didapatkan bayi selama hidupnya. Lebih jauh lagi, kolstrum beraksi sebagai laxative (“obat pencuci perut”) yg efektif, mulai dari membuang meconium dari usus, hingga memecahkan bilirubin (substansi yg dapat membuat bayi menjadi kuning).  Dua minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang. Namun kondisi tsb tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan berubah menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tsb terlihat lebih kekuningan dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian.

Terkadang kita jumpai beberapa ibu yang belum dapat menghasilkan ASI di awal setelah kelahiran bayinya. Ibu-ibu yang tidak melihat kolostrum saat menyusui bayinya akan merasa khawatir jika dirinya tidak dapat memproduksi ASI. Namun, kenyataan bahwa tidak terlihatnya ASI saat bayi menyusu, bukan berarti ASI (kolostrum) tidak keluar. Kolostrum yang dihasilkan ibu umumnya diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu sekitar 7.4 sendok teh (36.23 ml) per harinya. Atau sekitar 1.4 hingga 2.8 sendok teh (6.86-13.72 ml) sekali menyusu. Dan jumlah yang sangat sedikit tsb akan segera diminum dan ditelan oleh bayi (Hartmann 1987; Hartmann and Prosser 1984; Houston et al. 1983). Kenyataan bahwa warna dari kolostrum yang bening kekuningan dan tampak spt air liur menyebabkan kolostrum sulit untuk diidentifikasi. Sehingga tak jarang ibu yang merasa ASInya belum keluar, padahal ASI (kolostrum) nya sudah keluar. Memerah ASI di awal-awal pasca melahirkan akan terasa sulit, karena payudara terasa bengkak. Disini ibu membutuhkan bantuan dari konsultan laktasi. Selanjutnya seiring dengan waktu dan makin seringnya ibu memerah ASI, maka ibu akan lebih terampil dalam memerah ASI.

Karena sedemikian berharganya kolostrum, maka pastikan ibu memberikannya ke bayi meskipun hanya dalam jumlah yg amat sangat sedikit. Kolostrum ini akan menjadi hadiah yang tak ternilai harganya utk anak. Karena manfaatnya yang demikian hebat, maka segala macam upaya dalam memberikan kolostrum akan menjadi hal yang patut diperjuangkan.

Rooming-In (Rawat Gabung)

Banyak RS yang menawarkan pilihan agar bayi dapat terus bersama ibunya selama 24 jam. Kondisi ini dinamakan rawat gabung. Meskipun selama ini banyak RS yang masih menerapkan ruangan khusus untuk bayi, terpisah dari ibunya. Namun riset terakhir menunjukkan bahwa jika tidak ada masalah medis, tidak ada alasan untuk memisahkan ibu dari bayinya, meskipun sesaat (Yamauchi and Yamanouchi 1990; Buranasin 1991; Oslislo and Kaminski 2000). Bahkan makin seringnya ibu melakukan kontak fisik langsung (skin-to-skin contact) dengan bayi akan membantu menstimulasi hormon prolaktin dalam memproduksi ASI (Hurst 1997). Karena itu pada tahun 2005, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan kebijakan agar ibu dapat terus bersama bayinya di ruangan yang sama dan mendorong ibu untuk segera menyusui bayinya kapanpun sang bayi menginginkannya. Semua kondisi tsb akan membantu kelancaran dari produksi ASI.

Susui bayi sesering mungkin

Seperti yang telah diketahui bersama, ibu harus menyusui sesering mungkin kapanpun bayi menginginkannya. Ini berarti, paling tidak tiap 2 hingga 3 jam sekali dan tiap 4 hingga 5 jam di malam hari dari 8 hingga 12 kali menyusui selama 24 jam. Coba kalkulasikan berapa lama bayi menyusu, mulai dari awal hari menyusu hingga akhir hari. Umumnya bayi menyusu kira-kira 20-40 menit sekali menyusu, tapi bukan berarti ibu harus melihat jam dan mengukur lamanya bayi menyusui. Di minggu-minggu pertama menyusui, terutama saat bayi baru lahir, hari-hari ibu terasa hanya diisi dengan kegiatan menyusui saja. Saat bayi baru selesai menyusui, ibu harus menyusu kembali. Ini sangat lumrah terjadi. Sebelum ASI matang keluar, bayi akan terasa begitu rakus menyusu. Hal ini disebabkan lambung bayi yang begitu kecil, sehingga mereka mudah lapar.

Makin sering bayi menyusui akan memperbanyak ASI yang diproduksi. Hal ini disebabkan oleh stimulasi maksimum dari reseptor-reseptor prolaktin yang akan memicu produksi ASI dalam jumlah sebanyak mungkin. Bulan pertama menyusui adalah masa pembelajaran utk bayi. Di bulan tsb, ia berusaha menguasai betul bagaimana teknik menyusui yang tepat. Hingga masuk ke bulan berikutnya, ia dapat menyusu dengan baik dalam waktu yang singkat. Dengan selalu berada di dekatnya, Ibu dapat memastikan tanda-tanda awal bayi lapar (mimik muka tanda haus, dsbnya). Jadi ibu dapat segera menyusuinya sebelum bayi kelaparan dan menangis karena stres. Jika hal ini dilakukan, ibu dan orang sekitar ibu akan terhindar relatif jauh dari stres.

Seiring waktu, ibu tidak selalu menghabiskan waktu dengan menyusui sepanjang hari. Ingatlah bahwa ibu dalam masa pemulihan pasca melahirkan, sehingga ibu butuh banyak istirahat. Menyusui adalah cara alami untuk memastikan ibu dapat berisitrahat dengan baik. Terutama di sela waktu menyusui. Ibu dapat beristirahat saat bayi sedang tidak menyusu. Semakin bertambahnya waktu juga, bayi akan memiliki pola menyusui. Sehingga ibu dapat mengatur waktunya dengn baik. Pola menyusui yang bayi atur akan sangat spesifik sesuai dengan kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan emosinya hingga kebutuhan fisiologisnya. Dan pola menyusui tsb akan terus berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

Lindungi diri dengan lingkungan yang supportif

Masa menyusui adalah masa yang paling sensitif dalam kehidupan ibu. Baik secara fisik ataupun emosional. Begitu ibu mulai menyusui, ibu butuh lingkungan yang supportif, yang mendukung ibu dari berbagai keraguan dan kritikan. Menyusui memang hal biologis yang wajar. Namun di dalam masyarakat, kita masih sering menjumpai orang-orang yang tidak nyaman dengan keberadaan ibu menyusui. Dan orang-orang ini akan banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sinis seputar produksi ASI ibu. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang mereka ketahui tentang menyusui dan kadang dipengaruhi oleh anggapan yang salah tentang payudara dari segi sexual. Disini lah ibu butuh banyak dorongan dan dukungan positif. Jangan pedulikan tanggapan negatif yang dapat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri ibu akan ASI dan menyusui.

Memang tidak mudah menjaga jarak dari orang-orang yang tidak mendukung ibu dalam hal menyusui. Namun ingatlah bahwa ibu butuh suasana dan lingkungan yg kondusif demi keberhasilan ASI eksklusif. Ingatlah selalu bahwa bayi ibu butuh air susu ibu. Ingatlah selalu akan hal ini diatas segala kritikan dan tekanan. Jika ibu sulit menghadapi berbagai kritikan dan tekanan, mintalah bantuan suami ataupun orang lain yang dapat membantu ibu untuk menghadapi hal tsb.

Mungkin ibu berpikir, “Bagaimana jika orang yg tidak mendukung saya adalah ibu saya atau ibu mertua saya ? Bagaimana cara utk menghadapinya ?”. Banyak eyang baru yang tidak berhasil menyusui anaknya saat ia bayi. Beberapa eyang yang sedih akan berupaya sedemikian rupa membantu agar anaknya ataupun menantunya sukses menyusui bayinya. Namun ada juga eyang yang justru menjadi defensif. Mereka akan berupaya mempertahankan pendapatnya agar diberikan susu formula dan menganggap menyusui adalah hal yang menyebalkan. Nah tahukah anda pengalaman ibu anda ataupun ibu mertua anda dalam hal menyusui ?! Tanyakan hal ini kepada mereka. Dengarkan cerita dan pengalaman mereka saat menyusui dulu. Dengan demikian, anda mendapatkan informasi, dukungan ataupun masalah teknis yang mungkin anda belum dapatkan. Hal ini akan mengetahui bagaimana perjuangan mereka dahulu dan bagaimana anda mengetahui betul bahwa mereka adalah orang tua yang baik. Dengan menunjukkan empati dan mendengarkan pengalaman mereka, anda akan mendapatkan dukungan ataupun masukan yang baik dalam menyusui.

Kewajiban lainnya

Di minggu-minggu pertama menyusui, ibu akan terfokus pada perawatan anak, menyusui dan merawat diri sendiri. Tanggung jawab lainnya tidak akan terlalu menjadi perhatian. Jika anda memiliki anak yang lebih besar (akak dari bayi), anda perlu memperhatikan mereka juga. Padahal anda harus membagi perhatian utama ke bayi dan anda sendiri. Mintalah bantuan kepada suami ataupun pengasuh yang akan membantu anda dalam memenuhi kebutuhan utama sang kakak.

Biasanya teman ataupun kerabat akan mengunjungi ibu di awal-awal pasca ibu  melahirkan. Di saat spt ini ibu seringkali merasa tidak dapat leluasa menyusui bai ataupun utk beristirahat. Jika hal ini terjadi, katakanlah secara perlahan dan sopan kepada tamu bahwa ibu butuh waktu untuk menyusui ataupun istirahat. Jika tamu tsb tetap memaksa utk tinggal, maka cara terbaik adalah membatasi waktu berkunjung. Atau ibu dapat menjelaskan secara perlahan bahwa ibu butuh istirahat.

Istirahat di tempat tidur

Tahukah anda bahwa istrihat di tempat tidur di hari-hari pertama menyusui adalah kunci awal keberhasilan menyusui. Ibu dapat membawa buku atau majalah ataupun tv untuk dibawa ke kamar ibu. Siapkan juga snack dan minuman di dekat tempat tidur. Jadi ibu hanya berdiri jika ke kamar mandi. Meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri dan menyusui bayi kapanpun ia inginkan, akan membantu kelancaran ASI. Jika perlu jelaskan ke tiap orang bahwa ini adalah “perintah dokter” jika ibu butuh justifikasi. Pasca melahirkan, banyak dokter yang menginstruksikan kepada ibu utk melakukan hal diatas. Karena meskipun ibu merasa senang dan segar, tubuh ibu tetap butuh istirahat banyak utk memulihkan diri pasca melahirkan. Jika ibu tidak istirahat di awal-awal pasca melahirkan, maka beberapa bulan berikutnya akan terasa lebih sulit. Dan hal ini jelas akan mempengaruhi produksi dari ASI.

Masak dan pekerjaan rumah

Dari sekian banyak tanggung jawab, ada 2 hal yang sebaiknya tidak ibu lakukan sendiri, yaitu masak dan pekerjaan rumah. Mintalah bantuan teman ataupun keluarga utk dapat membantu ibu menyiapkan makanan. Jadi jika ada banyak tamu yang datang membawakan banyak makanan, simpanlah dalam kulkas utk cadangan makanan ibu nanti. Biasanya banyak tamu yang berpikir jika mereka membawa makanan akan jauh lebih bermanfaat utk ibu pasca melahirkan.

Pekerjaan rumah, terutama di hari-hari saat ibu melahirkan, akan terasa sangat menumpuk. Ini bukan waktunya utk ibu memikirkan hal-hal resik spt ini. Meskipun banyak yang sudah membantu membersihkan rumah dsbnya. Jangan pedulikan hal-hal yang detail, terutama menyangkut urusan keapikan rumah, selama masa awal menyusui. Jangan paksakan diri utk membereskan pekerjaan rumah, terutama di awal pasca melahirkan. Mintalah bantuan orang lain. Beritahukan mereka dimana letak piring akan menghemat energi ibu daripada mengerjakannya sendiri. Ingat dan ingatlah selalu bahwa urusan rumah bukanlah tanggung jawab anda saat ini. Tiap orang yang bertamu akan mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Sehingga mereka tidak akan menuntut rumah selalu terlihat rapi. Seorang ibu menyusui yang mengatakan:

“Memang melakukan sesuatu tidak semudah mengatakan sesuatu. Semua orang bilang saya hanya boleh menyusui saja. Santai dan jangan memikirkan urusan rumah. Jangan hiraukan. Konsentrasi menyusui saja. Lupakan urusan lain. Saya pikir saya tidak akan menghiraukan nasehat itu, Ini sama saja saya membiarkan diri saya sendiri bermalas-malasan. Padahal saya dapat melakukannya meski saya harus mengurus dan menyusui bayi saya. Saya tidak mengerti kenapa tiap orang menyarankan hal tsb”.

Jawabannya hanya satu : Jangan biarkan energi ibu habis untuk hal yang tidak perlu, meski itu sekecil apapun. Simpan energi ibu untuk menyusui bayi.

Pengasuh pasca melahirkan (Postpartum Doula Care )

Banyak ibu yang memilki suami ataupun keluarga yang begitu mendukung dan membantu semua urusan ibu. Namun ada hal lain yg ibu butuhkan selain hal tsb.Selain merawat bayi, ibu juga perlu merawat dan memanjakan diri sendiri. Terkadang ibu juga merasa kebingungan dalam merawat bayi baru lahir. Disinilah ibu butuh bantuan dari doula. Doula adalah orang (biasanya wanita) profesional yg membantu ibu dalam merawat bayi dan memberikan dukungan dalam menyusui. Banyak juga doula yg ikut membantu ibu dalam proses persalinan, meski banyak juga yg membantu ibu pasca melahirkan.  Doula juga dapat membantu ibu dalam mengurus rumah, mengasuh sang kakak dari bayi, ataupun merawat anda. Kehadiran doula bukan hanya utk membantu hal-hal tsb diatas, tetapi juga membantu memastikan ibu agar tetap percaya diri selama proses menyusui dengan bayinya.

Saat ibu memilih menyewa doula, tanyakan betul bagaimana filosofinya tentang perawatan bayi. Apakah ia percaya bahwa bayi disusui kapanpun bayi menginginkan atau ia lebih meyakini agar proses menyusui dilakukan berdasarkan jam? Apakah dia lebih suka bayi tinggal sekamar bersama ibu, atau ia lebih suka bayi dirawat olehnya ? Apakah ia mengerti betul tentang masalah-masalah menyusui ? Apalah dia menyarankan ibu untuk menemui konsultan laktasi jika dibutuhkan ? Dengan mengetahui betul filosofi dari doula yg akan ibu sewa, maka ibu dapat memastikan kelancaran berbagai urusan di rumah dan proses menyusui. Dan apabila ibu memiliki berbagai pertanyaan atau sekedar ingin mengetahui berbagai hal seputar menyusui, ibu dapat menghubungi ahli laktasi.

Makan, minum dan tidur nyenyak

Agar anda memiliki tenaga utk menyusui dan merawat bayi, anda butuh makanan yang bergizi, banyak cairan dan tidur yang banyak. Jangan melewatkan saat makan. Bahkan, ibu perlu makan snack bergizi di sela-sela waktu makan. Secara umum, jumlah dan kualitas makanan sangat perlu diperhatikan bagi ibu menyusui. Meski tubuh ibu akan membuat ASI yang bagus (berkualitas) meskipun ibu makan makanan yg kurang gizi. Makan makanan yang bergizi akan mengembalikan tubuh ibu ke kondisi prima. Karena itu nikmatilah waktu makan dengan baik.

Minuman juga perlu diperhatikan. Minumlah saat ibu merasa haus. Ingatlah, minum dalam volume yang banyak tidak akan memperbanyak ASI. Air adalah cairan terbaik. Meskipun ibu dapat minum the yg tidak berkafein jika ibu menginginkannya. Buah dan jus jeruk juga sangat bermanfaat karena gizinya yg baik. Tapi jika anda minum jus yang ada dalam kemasan, pastikan anda membaca label kemasan. Pastikan tidak ada gula di dalamnya. Gula dalam jus kemasan hanya akan menambah kalori yang tidak diperlukan tubuh. Beberapa ibu merasa jika ia minum banyak jus jeruk, maka bayinya menjadi rewel. Demikian juga dengan susu sapi. Beberapa bayi sensitif thd protein dari susu sapi yg ada di dalam ASI. Meski hanya sedikit ibu yg mengalaminya.

Ada anggapan bahwa ibu harus minum susu agar dapat membuat ASI. Anggapan ini tidak benar. ASI dibuat dari berbagai nutrien yg ada dari berbagai sumber. Jadi bukan hanya dari susu. Banyak ibu yang tidak minum susu dan tidak ada masalah dalam produksi ASInya.

Selain urusan makan dan minum, hal lain yg perlu ibu perhatikan adalah masa tidur. Tidurlah kapanpun ibu bisa. Tidurlah saat bayi sedang tidur. Di awal kehidupannya, bayi masih belum memiliki pola tidur yg teratur. Sehingga waktu malam ia masih memungkinkan sering bangun dan memotong waktu tidur ibu di malam hari. Karena itu tidurlah saat bayi sedang tidur. Saat bayi tidur,  biasanya ibu memanfaatkannya utk menelpon, menulis, mengerjakan pekerjaan rumah dsbnya. Padahal inilah waktu yg tepat utk ibu banyak beristirahat. Mungkin tidak mudah utk ibu tidur saat bayi tidur. Terutama jika tidak alma kemudian bayi bangun. Namun seiring waktu ibu akan terbiasa beristirahat dan mengikuti ritme bayi. Percayalah ibu akan mendapatkan banyak manfaat dengan istirahat banyak. Apalagi tubuh ibu butuh memulihkan kondisi pasca melahirkan.

Agar produksi ASI selalu optimal

Menyeimbangkan urusan menjaga produksi ASI agar terus optimal, menyusui dan mengurus keluarga adalah hal yg tidak mudah. Setiap hari ibu harus memenuhi kebutuhan bayi, keluarga dan diri sendiri. Terkadang sulit sekali bagi ibu utk membagi perhatian dan menyeimbangkan semua urusan. Jika hal ini terjadi, cobalah utk selalu mengingat bahwa ibu telah memberikan yg terbaik utk keluarga ibu sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan pernah memaksakan diri sendiri. Anda akan kelelahan jika berusaha memaksakan diri. Akibatnya produksi ASI juga tidak optimal. Bersikap ariflah dalam melalui proses ini. Ingatlah, anda butuh waktu banyak utk mencintai bayi anda, sosok mungil yg baru lahir dan butuh waktu singkat sebelum ia tumbuh besar.

Referensi

American Academy of Pediatrics. Policy statement: Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 2005; 115(2):496-506.

Buranasin, B. The effects of rooming-in on the success of breastfeeding and the decline in abandonment of children. Asia Pac J Public Health 1991; 5(3):217-20.

Dewey, K., Nommsen-Rivers, L., Heinig, M., Cohen, R. Risk factors for suboptimal infant breastfeeding behavior, delayed onset of lactation, and excess neonatal weight loss. Pediatrics 2003; 112(3 Pt 1):607-19.

Grajeda, R. and Perez-Escamilla, R. Stress during labor and delivery is associated with delayed onset of lactation among urban Guatemalan women. J Nutr 2002; 132(10):3055-60.

Hartmann, P. Lactation and reproduction in Western Australian women. J Reprod Med 1987; 32:543-47.

Hartmann, P. and Prosser, C. Physiological basis of longitudinal changes in human milk yield and composition. Fed Proc 1984; 43:2448-53.

Houston, M., Howie, P., McNeilly, A. Factors affecting the duration of breast feeding: 1. Measurement of breast milk intake in the first week of life. Early Hum Dev 1983; 8:249-54.

Hurst, N., Valentine, C., Renfro, L. et al. Skin-to-skin holding in the neonatal intensive care unit influences maternal milk volume. J Perinatol 1997; 17(3):213-17.

Oslislo, A. and Kaminski, K. Rooming-in: a new standard in obstetrics and neonatology. Ginekol Pol Apr 2000; 71(4):202-7.

Ransjo-Arvidson, A., Matthiesen, A., Lilja, G. et al. Maternal analgesia during labor disturbs newborn behavior: effects on breastfeeding, temperature, and crying. Birth 2001; 28(1):5-12.

Righard, L. and Alade, M. Effect of delivery room routines on success of first breast-feed. Lancet 1990; 336:1105-07.

Rowe-Murray, H. and Fisher, J. Baby friendly hospital practices: cesarean section is a persistent barrier to early initiation of breastfeeding. Birth 2002 Jun; 29(2):124-31.

Wang, Y. and Wu, S. Effect of early suckling and emptying the breasts after nursing on exclusive breastfeeding. Zhonghua Fu Chan Ke Za Zhi 1994; 29(8):465-7, 509-10.

Widstrom, A., Wahlberg, V., Matthiesen, A. Short-term effects of early suckling and touch of the nipple on maternal behavior. Early Hum Dev 1990; 21:153-63.

Yamauchi Y. and Yamanouchi, I. The relationship between rooming-in/not rooming-in and breast-feeding variables. Acta Paediatr Scand 1990; 79:1017-22.

Last edited Sunday, September 18, 2005 9:38 PM by jlm.
Diterjemahkan bebas oleh Luluk Lely Soraya I @ September 2005

Posted by NieOsa at 08:52:08 | Permalink | Comments (1) »

Saat Bayi Latching-on (*)

Saat Bayi Latching-on (*)

(*) : Latching-on ataupun Latch-on adalah kondisi dimana bayi menempelkan mulutnya ke areola (daerah kecoklatan di payudara ibu) dan memasukkan ke dalam mulutnya.

Di dalam artikel ini, istilah latch-on tidak akan ditranslate mengingat tidak adanya kesepadanan arti dalam Bahasa Indonesia

 

Gambar 1a

 

Gambar 1b

 

 

Dekatkan bayi ke sisi bagian tubuh ibu yang sejajar dengan lengan ibu (Lihat Gambar 1a & 1b)

  • Posisi ini akan memudahkan bayi untuk memasukkan sebagian besar payudara ibu ke mulutnya.
  • Letakkan tangan ibu di belakang kepala bayi dengan posisi telapak tangan ke atas.
  • Kepala bayi disangga dengan telapak tangan ibu, tetapi TIDAK menekan payudara ibu.
  • Miringkan kepala bayi perlahan ke arah payudara ibu.
  • Badan dan tangan bayi merangkul ke tubuh ibu
  • Saat mulut bayi terbuka lebar, dekatkan ia ke arah payudara ibu dengan bantuan tangan ibu.
  • Dagu dan rahang bawah akan menyentuh terlebih dahulu ke payudara ibu.

PERHATIKAN BIBIR BAWAH,  arahkan bibir bawah bayi selebar mungkin, sehingga lidah bayi akan mengambil sebagian  besar payudara ibu kedalam mulutnya.

Pindahkan tubuh dan kepala bayi secara bersamaan – jaga bayi agar tidak melingkar.

Sekali bayi latch-on, Once latched, top lip will be close to nipple, areola shows above lip. Keep chin close against breast.

MULUT TERBUKA LEBAR / MENGANGA

 

Dg bantuan  telapak tangan ibu utk menopang bahu bayi, dorong perlahan bayi mendekati areola,

Jaga agar posisi bayi tidak melingkar, dagu akan terlebih dahulu menempel pada payudara ibu

 

Areola (Area kecoklatan di payudara ibu) yg diarahkan ke mulut bayi

 

 

 

 

Usahakan mulut bayi terbuka lebar sebelum bayi didekatkan ke arah areola. Ajarkan bayi untuk membuka mulutnya lebar-lebar (menganga) :

  • Dekatkan bayi ke arah payudara I bu, sentuh bibir atas bayi dengan putting payudara ibu.
  • Jauhkan PERLAHAN mulut bayi dari putting payudara ibu
  • Sentuh kembali bibir atas bayi dengan putting payudara ibu, danjauhkan kembali
  • Ulangi hingga mulut bayi terbuka lebar dan lidahnya bergerak ke atas.
  • Atau, lebih baik lagi, arahkan puting payudara ibu ke arah bibir atas bayi, dari satu sudtu bibir ke sudut lainnya, lakukan perlahan, hingga mulut bayi terbuka lebar.

 

 

 

POSISI BAYI SAAT LATCHING-ON

(Gambar diambil dari sisi ibu)

 

 

Sangga kepala bayi  dengan tangan dan arahkan perlahan

Bawa bayi segera mendekati areola ibu

Dorong perlahan bahu bayi dengan bantuan  tangan ibu

Dagu akan menyentuh terlebih dahulu

Badan bayi menempel pada ibu

 

 

Area kecoklatan di payudara ibu yg diarahkan ke mulut bayi

 

 

 

Gerakkan bayi, bukan payudara !

POSISI BAYI SAAT MENYUSU PADA IBU

(Gambar diambil dari sisi ibu)

 

 

Sangga kepala bayi  dengan tangan dan arahkan perlahan

Dagu menempel dengan baik pada payudara ibu

Rangkul bayi secara baik dengan bantuan lengan ibu

Jaga agar posisi bayi tidak melingkar

 

 

 

REKOMENDASI untuk IBU

Posisi Ibu

  • Duduk tegak dan sangga bagian belakang tubuh ibu dengan bantalan.
  • Badan ibu menghadap bayi, dengan posisi paha (pangkuan) rata

Posisi bayi sebelum mulai menyusui

  • Letakkan bayi diatas bantal. Posisi ini akan membantu proses latching-on
  • Puting payudara ibu menghadap bibir atas atau hidung bayi

Posisi badan bayi

  • Posisikan badan bayi & ibu tidak langsung perut ke perut, tetapi arahkan bayi mendekati payudara ibu dari sisi bawah dan mata bayi bertatapan dg mata ibu.

Sangga payudara

  • Siapkan jaringan payudara dengan cara menyangga payudara perlahan dengan jari-jari tangan diletakkan sejajar payudara dan ibu jari menghadap ke atas (terkadang penggunaan kain peyangga /sling ataupun tensor bandage di sekita payudara akan membantu)

Dekatkan bayi ke arah payudara

  • Sangga kepala bayi dengan perlahan, dekatkan ke bahu bayi sehingga dagu dan rahang atas akan menyentuh pertama kali dengan payudara  (bukan hidung). Sementara itu saat mulut bayi terbguka lebar, jaga bayi dalam posisi merangkul (artinya lidah dekat dengan payduara), bibir atas diarahkan sejauh mungkin sehingga mulut bayi terbuka lebar dan siap lidah bayi akan memasukkans sebagian besar payudara ibu. 

 

PERHATIAN

Hal-hal yang harus ibu HINDARI

  • Mendorong payudara berlawanan tubuh ibu
  • “Mengejar” bayi dengan payudara ibu. Ingat bayi yang didekatkan ke payduara ibu, bukjan payudara ibu yg mencari mulut bayi.
  • Menepuk-nepuk payudara ke atas dan bawah
  • Menahan payudara dengan dua buah jari (seperti menggunting). Posisi ini sering juga disebut scissor hold
  • Tidak menyangga payudara
  • Memutar tubuh ibu ke arah bayi. Padahal yg benar adalah mendekatkan bayi secara perlahan ke payudara ibu.
  • Mengarahkan puting payudara ke bagian tengah mulut bayi
  • Menarik dagu bayi ke bawah agar mulut bayi terbuka
  • Tidak menyangga dengan baik kepala bayi saat didekatkan ke payudara
  • Mendekatkan payudara ibu ke mulut bayi. Sementara yg betul adalah mendekatkan bayi secara perlahan ke payudara ibu.
  • Mendekatkan bayi ke payudara ibu saat mulut bayi belum terbuka lebar
  • Tidak segera mendekatkan bayi ke payudara ibu saat mulutnya terbuka lebar
  • Hidung bayi lebih dulu menyentuh payudara ibu, dan bukan dagunya.
  • Menahan payudara agar tidak menutupi hidung bayi (Hal ini tidak akan terjadi jika bayi latch-on dengan baik, sehingga hidung tidak akan menempel pada payudara ibu)

See videos at www.thebirthden.com/Newman.html

Handout A, When Latching
Revised: January 2005
Original written and designed by Anne Barnes

Posted by NieOsa at 08:43:20 | Permalink | No Comments »

second month

Masuk bulan kedua sikecil bertengger di perut, mulai nampak keluhan umum ibu-ibu.
muntah, yups sering banget tiap makan mual2 n pengen muntah, malah kalo malam tiap abiz makan selalu muntah.
lemes, lemes juga melanda nih, maunya tidurrrrrrrr mlulu…. :D .. hehhee sampai jarang masak, jarang rawat tanaman :P … maafin ya bu dasa wisma.
pusing abiz, yups pusing2 juga… kuncinya 1 kudu segera dimaemin.

bulan kedua mulai banyak masukan dari sana sini.

dari bu nunik (ibu-ibu dikantor)
Ernie kamu jangan :
1. Naik sepeda motor
   (hehehe ampir tiap hari bu saya naik sepeda motor, goncengin teman lagi :))
2. naik-naik tangga
   (heheheh ini juga sering banget, habiznya kalo dikantor cepetan naik tangga sih, deket, liftnya jauh      :). dirumah juga, ambil cucian naik tangga juga :D)
3. kurangi atau malah jangan bepergian jauh.
   (ampyun ibu, kemarin ampir tiap minggu bolak-balik sby-mlng, bahkan pernah 2 hari perjalanan          sby-mlng-pacitan-mlng-sby.. dah jalannya bagus banget… sampai mual2 ga ketulungan.)

dari mbak yuyun
“Ernie, kamu jangan peduli omongan orang yang bilang, jangan makan banyak2 nanti bayinya terlalu gemuk, jadinya dia susah keluar… pookoknya kamu sekarang, ketika kerasa lapar, maem apa aja.. yang penting perutmu ngga kosong.. tapi maemnya musti bergizi loh … “

dari mama
a. kandungan awal kalo ga masalah gpp ga diperiksain
b. yang penting minum sari kacang hijau ama susu
c. jangan angkat-angkat n kecapek’an
d. kalo duduk jangan jongkok
e. makan tomat, ama kates yang banyak

dari bu bidan
a. 3 point bu nunik masuk semua
b. pantangan makanan :
   1. durian
   2. anggur
   3. salak
   4. nanas
   5. tape/olahannya
   6. terlalu pedes/kecut jangan dimaem sebelum perut dimasukin nasi
  
   saran :
   yang penting minum susu, apa aja, ngga susu ibu hamil gpp asal kebutuhan kalsium cukup.
   (hiks.. kemarin karena trauma ama susu ibu hamil, ampir 2 minggu tidak minum.. sekarang janji deh mau minum susu  lagi )
   makan teri, itu banyak banget gizinya untuk ibu hamil
   pokoknya maem ajah, jangan takut,soalnya bayinya butuh asupan, kalo nuruti mual ngga makan2 kasian  si kecil     
c. penambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 6 kilo, lebih berarti overweight, kurang berarti bisa jadi bayinya kekecilan

Rasanya semua berjalan sangat cepat, 2 bulan lalu baru menikah, bulan kemarin dapat kepastian hamil, 2 bulan ini mulai teler n muntah-muntah.

-Ernie-

Posted by NieOsa at 06:56:43 | Permalink | No Comments »

Friday, September 15, 2006

link lembaga sosial n pemerintah

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) http://www.bappenas.go.id/
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan http://www.menegpp.go.id/
Departemen Sosial http://www.depsos.go.id/
Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia http://www.depkehham.go.id/
Departemen Pendidikan Nasional http://www.depdiknas.go.id/
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi  http://www.nakertrans.go.id/
Departemen Pariwisata http://www.indonesiatourism.go.id/
Departemen Kesehatan  http://www.depkes.go.id/
Departemen Dalam Negeri  http://www.depdagri.go.id/
Polisi Republik Indonesia  http://www.polri.go.id/
Mahkamah Agung www.ma-ri.go.id/
Kejaksaan Agung  www.kejaksaan.go.id/
Tentara Nasional Indonesia  http://www.tni.mil.id/
Badan Pusat Statistik (BPS)  http://www.bps.go.id/
Kantor dinas kesehatan propinsi dan kabupaten
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) http://www.bkkbn.go.id/
Departemen Industri http://www.dprin.go.id/
Departemen Perdagangan  http://www.depdag.go.id/ 
Departemen Pertanian http://www.deptan.go.id/
Badan Pengawasan Obat dan Makanan  http://www.pom.go.id/
Badan Narkotika Nasional  http://www.bnn.go.id/
Departemen Pekerjaan Umum, Pemukiman, Prasarana dan Wilayah http://www.kimpraswil.go.id/
Departemen Agama http://www.depag.go.id/
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat http://www.menkokesra.go.id/

Komisi  AIDS Nasional www.unaids.org/html/pub/Topics/ Partnership-Menus/PDF/INDONESIAcover-id_pdf.pdf 
UNFPA  http://www.unfpa.org/
WFP http://www.wfp.org/
AusAID  http://www.indo.ausaid.gov.au/
DFID http://www.dfid.gov.uk/
GTZ http://www.gtz.de/en/aktuell/608.htm
USAID http://www.usaid.gov/
Indonesian Coalition for Food Fortification 
www.adb.org/Projects/ Food-Fortification/cip-indonesia.pdf
SEAMEO TropMed http://www.seameo-rccn.org/ ,
www.fk.ui.ac.id/Indonesia/frame/ pendidikan/development-research.html
UNAIDS http://www.unaids.org/
UNDAF www.un.org.in/undaf.htm
UNESCO http://www.unesco.org/ , http://www.unesco.or.id/
WHO http://www.who.int/
Bank Dunia  http://www.worldbank.org/
Asian Development Bank http://www.adb.org/
UNOPS di Aceh http://www.unops.org/
Frontier for Health Foundation (F2H)
Plan International  http://www.plan-international.org/
Komisi Perlindungan Anak Indonesia  http://www.kpai.go.id/
Konsorsium Pencatatan Sipil http://www.gtzsfgg.or.id/cas/consortium_id.htm

Eksploitasi Seksual terhadap Anak-anak/ Pelacuran Anak
ECPAT International (Akhiri Pelacuran Anak, Pornografi Anak dan Perdagagangan Anak untuk Tujuan Seksual) http://www.ecpat.net/
Kongres Dunia melawan Eksploitasi Seksual Anak-anak untuk tujuan komersil http://www.csecworldcongress.org/
Titik fokus melawan Eksploitasi Seksual Anak-anak http://www.focalpointngo.org/Global/English/Home_en.htm
Innocence in Danger http://www.innocenceindanger.org/innocence/index.html
Perkumpulan Internasional untuk Pencegahan Pelecehan dan Pengabaian Anak http://www.ispcan.or/

Kerja Paksa
Program internasional penghapusan pekerja anak http://www.ilo.org/public/english/standards/ipec/index.htm
Anti-Perbudakan Internasional (Pekerja Anak) http://www.antislavery.org/homepage/antislavery/childlabour.htm

Perdagangan Anak
Proyek Perlindungan http://www.protectionproject.org/
United Nations Office on Drugs and Crime http://www.unodc.org/
International Organization for Migration http://www.iom.int/en/what/counter _human_trafficking.shtml
Kantor Komisi Tinggi  urusan Hak Asasi PBB (Prinsip dan Garis Besar yang direkomendasikan untuk Hak Asasi  dan Perdagangan Manusia) http://www.unhchr.ch/html/menu6/2/trafficking.doc
Perdagangan Manusia: Sebuah Perspektif Gender dan Hak http://www.unifem.undp.org/global_spanner/e_se_asia.html

Posted by NieOsa at 10:55:08 | Permalink | No Comments »

link lembaga sosial n pemerintah

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) http://www.bappenas.go.id/
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan http://www.menegpp.go.id/
Departemen Sosial http://www.depsos.go.id/
Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia http://www.depkehham.go.id/
Departemen Pendidikan Nasional http://www.depdiknas.go.id/
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi  http://www.nakertrans.go.id/
Departemen Pariwisata http://www.indonesiatourism.go.id/
Departemen Kesehatan  http://www.depkes.go.id/
Departemen Dalam Negeri  http://www.depdagri.go.id/
Polisi Republik Indonesia  http://www.polri.go.id/
Mahkamah Agung www.ma-ri.go.id/
Kejaksaan Agung  www.kejaksaan.go.id/
Tentara Nasional Indonesia  http://www.tni.mil.id/
Badan Pusat Statistik (BPS)  http://www.bps.go.id/
Kantor dinas kesehatan propinsi dan kabupaten
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) http://www.bkkbn.go.id/
Departemen Industri http://www.dprin.go.id/
Departemen Perdagangan  http://www.depdag.go.id/ 
Departemen Pertanian http://www.deptan.go.id/
Badan Pengawasan Obat dan Makanan  http://www.pom.go.id/
Badan Narkotika Nasional  http://www.bnn.go.id/
Departemen Pekerjaan Umum, Pemukiman, Prasarana dan Wilayah http://www.kimpraswil.go.id/
Departemen Agama http://www.depag.go.id/
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat http://www.menkokesra.go.id/

Komisi  AIDS Nasional www.unaids.org/html/pub/Topics/ Partnership-Menus/PDF/INDONESIAcover-id_pdf.pdf 
UNFPA  http://www.unfpa.org/
WFP http://www.wfp.org/
AusAID  http://www.indo.ausaid.gov.au/
DFID http://www.dfid.gov.uk/
GTZ http://www.gtz.de/en/aktuell/608.htm
USAID http://www.usaid.gov/
Indonesian Coalition for Food Fortification 
www.adb.org/Projects/ Food-Fortification/cip-indonesia.pdf
SEAMEO TropMed http://www.seameo-rccn.org/ ,
www.fk.ui.ac.id/Indonesia/frame/ pendidikan/development-research.html
UNAIDS http://www.unaids.org/
UNDAF www.un.org.in/undaf.htm
UNESCO http://www.unesco.org/ , http://www.unesco.or.id/
WHO http://www.who.int/
Bank Dunia  http://www.worldbank.org/
Asian Development Bank http://www.adb.org/
UNOPS di Aceh http://www.unops.org/
Frontier for Health Foundation (F2H)
Plan International  http://www.plan-international.org/
Komisi Perlindungan Anak Indonesia  http://www.kpai.go.id/
Konsorsium Pencatatan Sipil http://www.gtzsfgg.or.id/cas/consortium_id.htm

Eksploitasi Seksual terhadap Anak-anak/ Pelacuran Anak
ECPAT International (Akhiri Pelacuran Anak, Pornografi Anak dan Perdagagangan Anak untuk Tujuan Seksual) http://www.ecpat.net/
Kongres Dunia melawan Eksploitasi Seksual Anak-anak untuk tujuan komersil http://www.csecworldcongress.org/
Titik fokus melawan Eksploitasi Seksual Anak-anak http://www.focalpointngo.org/Global/English/Home_en.htm
Innocence in Danger http://www.innocenceindanger.org/innocence/index.html
Perkumpulan Internasional untuk Pencegahan Pelecehan dan Pengabaian Anak http://www.ispcan.or/

Kerja Paksa
Program internasional penghapusan pekerja anak http://www.ilo.org/public/english/standards/ipec/index.htm
Anti-Perbudakan Internasional (Pekerja Anak) http://www.antislavery.org/homepage/antislavery/childlabour.htm

Perdagangan Anak
Proyek Perlindungan http://www.protectionproject.org/
United Nations Office on Drugs and Crime http://www.unodc.org/
International Organization for Migration http://www.iom.int/en/what/counter _human_trafficking.shtml
Kantor Komisi Tinggi  urusan Hak Asasi PBB (Prinsip dan Garis Besar yang direkomendasikan untuk Hak Asasi  dan Perdagangan Manusia) http://www.unhchr.ch/html/menu6/2/trafficking.doc
Perdagangan Manusia: Sebuah Perspektif Gender dan Hak http://www.unifem.undp.org/global_spanner/e_se_asia.html

Posted by NieOsa at 10:55:00 | Permalink | No Comments »

PESAN SANG AYAH

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal
sebelumnya berpesan dua hal:
pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu,
dan kedua jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena
sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah
ayahnya
meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin
miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu: Inilah karena saya mengikuti pesan ayah.
Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang
berhutang kepadaku,
dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku
tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.
Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko
dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari.
Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki
saja cukup,
tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah
banyak.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung: Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah.
Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang
kepada saya,
maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut.
Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari
toko tidak boleh terkena sinar matahari,
maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah
matahari terbenam.
Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko
yang lain tutup.
Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris
,karena mempunyai jam kerja lebih lama.
Bagaimana dengan anda?
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan
persepsi yang berbeda
jika kita melihat dengan postif attitude maka segala kesulitan sebenarnya
adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses
tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ..

‘ Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa ‘

========
Agar ASI lancar di awal masa menyusui

(Diterjemahkan dari artikel “How to Get Your Milk Supply Off to a Good
Start”)

Lisa Marasco, IBCLC
Santa Maria CA USA
Diana West, IBCLC
Long Valley NJ USA
From: NEW BEGINNINGS, Vol. 22 No. 4, July-August 2005, pp. 142-147

Idealnya proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang
lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 - 30
menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat
ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam
pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan utk
melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut
bayi hingga ia dapat “mengunci” dan menyusu dg baik) dan menyusu dengan
baik.  Riset menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu
sesaat setelah ia lahir, akan mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan
baik dalam kurun waktu kurang dari 50 menit. Memisahkan bayi dari ibunya
sebelum hal tsb dilakukan akan membuat bayi kehilangan kesempatan besar.
Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu pada ibunya.
Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan (Righard and Alade
1990; Widstrom et al. 1990; Wang and Wu 1994). Oleh karena itu, pastikan
bahwa bayi mendapatkan kesempatan utk melakukan proses inisiasi menyusui
paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang
proses lancarnya ASI di kemudian hari.

Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir,
beberapa bayi nampak tidak dapat latch on dengan baik setelah ia lahir. Hal
ini disebabkan pengaruh epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu
selama masa melahirkan. Beberapa jenis anastesi mengurangi refleks bayi
mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga meningkatnya temperatur
tubuh bayi dan tangisan bayi (Ransjo-Arvidson et al. 2001).

Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir
bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi
sulit menyusui atau melakukan latch on. Sehingga problem tersebut dapat
segera diatasi. Selanjutnya, semakin seringnya bayi disusui makin
meningkatkan reseptor hormon prolaktin (Lihat kolom di halaman 144.)

Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif
terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap
2 hingga 3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat
membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari
tertundanya proses menyusui oleh bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di
klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump elektrik dan ibu butuh
bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan dapat
membantu ibu dalam menggunakan alat tsb.

Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat
berduaan dan terciptanya bonding antara ibu dan bayi. Meskpun tidak mudah
membuat suasana spt it di RS, namun adanya dukungan, support dan kenyamanan
akan membantu ibu dalam proses makin lancarnya produksi ASI.

    Menyusui Pasca Melahirkan dengan Operasi Cesar

Ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar (c-sections) seringkali sulit
menyusui bayinya segera setelah ia lahir. Terutama jika ibu diberikan
anastesi umu. Ibu relatif tidak sadar untuk dapat mengurus bayinya di jam
pertama setelah bayi lahir. Meskipun ibu mendapat epidural yang membuatnya
tetap sadar, kondisi luka operasi di bagian perut relatif membuat proses
menyusui sedikit terhambat. Sementara itu, bayi mungkin mengantuk dan tidak
responsif untuk menyusu, terutama jika ibu mendapatkan obat-obatan
penghilang sakit sebelum operasi. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa
proses melahirkan dengan cesar akan menghambat terbentuknya produksi ASI
(Dewey et al. 2003; Grajeda and Perez-Escamilla 2002; Rowe-Murray Fisher
2002; Hartmann 1987). Meskipun demikian, menyusui sesering mungkin setelah
proses kelahiran dg cesar akan meminimalisasi masalah-masalah tsb. Bahkan
beberapa ibu yang melahirkan dg cesar memiliki produksi ASI yang berlimpah.

Kehebatan Kolostrum

Tiap ibu perlu mengetahui dan menghargai betul betapa berharganya kolostrum.
Kolostrum, cairan bening kekuningan yang sering disebut “Pre-milk”, akan
diproduksi di hari-hari pertama menyusui. Kolostrum, kemudian disusul dengan
ASI “matang”, akan menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia
dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif rendah lemak dan karbohidrat, tetapi
kaya akan protein. Kandungan tsb sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi
di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-sel hidup
yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen.
Kolostrum ini akan melindungi bagian dalam usus bayi dan menjaganya dari
absorpsi substansi-substansi yang dapat menyebabkan terjadinya alergi.
Faktor imun seperti IgG dan IgA sangat banyak jumlahnya dalam kolostrum
dibandingkan dengan ASI matang.

Kedua zat imun tsb akan menstimulasi dan meningkatkan sistem imun bayi. Dan
penelitian menunjukkan bahwa manfaat tsb akan terus didapatkan bayi selama
hidupnya. Lebih jauh lagi, kolstrum beraksi sebagai laxative (“obat pencuci
perut”) yg efektif, mulai dari membuang meconium dari usus, hingga
memecahkan bilirubin (substansi yg dapat membuat bayi menjadi kuning).  Dua
minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang. Namun
kondisi tsb tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan
berubah menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tsb
terlihat lebih kekuningan dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian.

Terkadang kita jumpai beberapa ibu yang belum dapat menghasilkan ASI di awal
setelah kelahiran bayinya. Ibu-ibu yang tidak melihat kolostrum saat
menyusui bayinya akan merasa khawatir jika dirinya tidak dapat memproduksi
ASI. Namun, kenyataan bahwa tidak terlihatnya ASI saat bayi menyusu, bukan
berarti ASI (kolostrum) tidak keluar. Kolostrum yang dihasilkan ibu umumnya
diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu sekitar 7.4 sendok teh
(36.23 ml) per harinya. Atau sekitar 1.4 hingga 2.8 sendok teh (6.86-13.72
ml) sekali menyusu. Dan jumlah yang sangat sedikit tsb akan segera diminum
dan ditelan oleh bayi (Hartmann 1987; Hartmann and Prosser 1984; Houston et
al. 1983). Kenyataan bahwa warna dari kolostrum yang bening kekuningan dan
tampak spt air liur menyebabkan kolostrum sulit untuk diidentifikasi.
Sehingga tak jarang ibu yang merasa ASInya belum keluar, padahal ASI
(kolostrum) nya sudah keluar. Memerah ASI di awal-awal pasca melahirkan akan
terasa sulit, karena payudara terasa bengkak. Disini ibu membutuhkan bantuan
dari konsultan laktasi. Selanjutnya seiring dengan waktu dan makin seringnya
ibu memerah ASI, maka ibu akan lebih terampil dalam memerah ASI.

Karena sedemikian berharganya kolostrum, maka pastikan ibu memberikannya ke
bayi meskipun hanya dalam jumlah yg amat sangat sedikit. Kolostrum ini akan
menjadi hadiah yang tak ternilai harganya utk anak. Karena manfaatnya yang
demikian hebat, maka segala macam upaya dalam memberikan kolostrum akan
menjadi hal yang patut diperjuangkan.

Rooming-In (Rawat Gabung)

Banyak RS yang menawarkan pilihan agar bayi dapat terus bersama ibunya
selama 24 jam. Kondisi ini dinamakan rawat gabung. Meskipun selama ini
banyak RS yang masih menerapkan ruangan khusus untuk bayi, terpisah dari
ibunya. Namun riset terakhir menunjukkan bahwa jika tidak ada masalah medis,
tidak ada alasan untuk memisahkan ibu dari bayinya, meskipun sesaat
(Yamauchi and Yamanouchi 1990; Buranasin 1991; Oslislo and Kaminski 2000).
Bahkan makin seringnya ibu melakukan kontak fisik langsung (skin-to-skin
contact) dengan bayi akan membantu menstimulasi hormon prolaktin dalam
memproduksi ASI (Hurst 1997). Karena itu pada tahun 2005, American Academy
of Pediatrics (AAP) mengeluarkan kebijakan agar ibu dapat terus bersama
bayinya di ruangan yang sama dan mendorong ibu untuk segera menyusui bayinya
kapanpun sang bayi menginginkannya. Semua kondisi tsb akan membantu
kelancaran dari produksi ASI.

Susui bayi sesering mungkin

Seperti yang telah diketahui bersama, ibu harus menyusui sesering mungkin
kapanpun bayi menginginkannya. Ini berarti, paling tidak tiap 2 hingga 3 jam
sekali dan tiap 4 hingga 5 jam di malam hari dari 8 hingga 12 kali menyusui
selama 24 jam. Coba kalkulasikan berapa lama bayi menyusu, mulai dari awal
hari menyusu hingga akhir hari. Umumnya bayi menyusu kira-kira 20-40 menit
sekali menyusu, tapi bukan berarti ibu harus melihat jam dan mengukur
lamanya bayi menyusui. Di minggu-minggu pertama menyusui, terutama saat bayi
baru lahir, hari-hari ibu terasa hanya diisi dengan kegiatan menyusui saja.
Saat bayi baru selesai menyusui, ibu harus menyusu kembali. Ini sangat
lumrah terjadi. Sebelum ASI matang keluar, bayi akan terasa begitu rakus
menyusu. Hal ini disebabkan lambung bayi yang begitu kecil, sehingga mereka
mudah lapar.

Makin sering bayi menyusui akan memperbanyak ASI yang diproduksi. Hal ini
disebabkan oleh stimulasi maksimum dari reseptor-reseptor prolaktin yang
akan memicu produksi ASI dalam jumlah sebanyak mungkin. Bulan pertama
menyusui adalah masa pembelajaran utk bayi. Di bulan tsb, ia berusaha
menguasai betul bagaimana teknik menyusui yang tepat. Hingga masuk ke bulan
berikutnya, ia dapat menyusu dengan baik dalam waktu yang singkat. Dengan
selalu berada di dekatnya, Ibu dapat memastikan tanda-tanda awal bayi lapar
(mimik muka tanda haus, dsbnya). Jadi ibu dapat segera menyusuinya sebelum
bayi kelaparan dan menangis karena stres. Jika hal ini dilakukan, ibu dan
orang sekitar ibu akan terhindar relatif jauh dari stres.

Seiring waktu, ibu tidak selalu menghabiskan waktu dengan menyusui sepanjang
hari. Ingatlah bahwa ibu dalam masa pemulihan pasca melahirkan, sehingga ibu
butuh banyak istirahat. Menyusui adalah cara alami untuk memastikan ibu
dapat berisitrahat dengan baik. Terutama di sela waktu menyusui. Ibu dapat
beristirahat saat bayi sedang tidak menyusu. Semakin bertambahnya waktu
juga, bayi akan memiliki pola menyusui. Sehingga ibu dapat mengatur waktunya
dengn baik. Pola menyusui yang bayi atur akan sangat spesifik sesuai dengan
kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan emosinya hingga kebutuhan fisiologisnya.
Dan pola menyusui tsb akan terus berubah sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangannya.

Lindungi diri dengan lingkungan yang supportif

Masa menyusui adalah masa yang paling sensitif dalam kehidupan ibu. Baik
secara fisik ataupun emosional. Begitu ibu mulai menyusui, ibu butuh
lingkungan yang supportif, yang mendukung ibu dari berbagai keraguan dan
kritikan. Menyusui memang hal biologis yang wajar. Namun di dalam
masyarakat, kita masih sering menjumpai orang-orang yang tidak nyaman dengan
keberadaan ibu menyusui. Dan orang-orang ini akan banyak melontarkan
pertanyaan-pertanyaan yang sinis seputar produksi ASI ibu. Hal ini
disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang mereka ketahui tentang menyusui
dan kadang dipengaruhi oleh anggapan yang salah tentang payudara dari segi
sexual. Disini lah ibu butuh banyak dorongan dan dukungan positif. Jangan
pedulikan tanggapan negatif yang dapat mengganggu kenyamanan dan rasa
percaya diri ibu akan ASI dan menyusui.

Memang tidak mudah menjaga jarak dari orang-orang yang tidak mendukung ibu
dalam hal menyusui. Namun ingatlah bahwa ibu butuh suasana dan lingkungan yg
kondusif demi keberhasilan ASI eksklusif. Ingatlah selalu bahwa bayi ibu
butuh air susu ibu. Ingatlah selalu akan hal ini diatas segala kritikan dan
tekanan. Jika ibu sulit menghadapi berbagai kritikan dan tekanan, mintalah
bantuan suami ataupun orang lain yang dapat membantu ibu untuk menghadapi
hal tsb.

Mungkin ibu berpikir, “Bagaimana jika orang yg tidak mendukung saya adalah
ibu saya atau ibu mertua saya ? Bagaimana cara utk menghadapinya ?”. Banyak
eyang baru yang tidak berhasil menyusui anaknya saat ia bayi. Beberapa eyang
yang sedih akan berupaya sedemikian rupa membantu agar anaknya ataupun
menantunya sukses menyusui bayinya. Namun ada juga eyang yang justru menjadi
defensif. Mereka akan berupaya mempertahankan pendapatnya agar diberikan
susu formula dan menganggap menyusui adalah hal yang menyebalkan. Nah
tahukah anda pengalaman ibu anda ataupun ibu mertua anda dalam hal menyusui
?! Tanyakan hal ini kepada mereka. Dengarkan cerita dan pengalaman mereka
saat menyusui dulu. Dengan demikian, anda mendapatkan informasi, dukungan
ataupun masalah teknis yang mungkin anda belum dapatkan. Hal ini akan
mengetahui bagaimana perjuangan mereka dahulu dan bagaimana anda mengetahui
betul bahwa mereka adalah orang tua yang baik. Dengan menunjukkan empati dan
mendengarkan pengalaman mereka, anda akan mendapatkan dukungan ataupun
masukan yang baik dalam menyusui.

Kewajiban lainnya

Di minggu-minggu pertama menyusui, ibu akan terfokus pada perawatan anak,
menyusui dan merawat diri sendiri. Tanggung jawab lainnya tidak akan terlalu
menjadi perhatian. Jika anda memiliki anak yang lebih besar (akak dari
bayi), anda perlu memperhatikan mereka juga. Padahal anda harus membagi
perhatian utama ke bayi dan anda sendiri. Mintalah bantuan kepada suami
ataupun pengasuh yang akan membantu anda dalam memenuhi kebutuhan utama sang
kakak.

Biasanya teman ataupun kerabat akan mengunjungi ibu di awal-awal pasca ibu
melahirkan. Di saat spt ini ibu seringkali merasa tidak dapat leluasa
menyusui bai ataupun utk beristirahat. Jika hal ini terjadi, katakanlah
secara perlahan dan sopan kepada tamu bahwa ibu butuh waktu untuk menyusui
ataupun istirahat. Jika tamu tsb tetap memaksa utk tinggal, maka cara
terbaik adalah membatasi waktu berkunjung. Atau ibu dapat menjelaskan secara
perlahan bahwa ibu butuh istirahat.

Istirahat di tempat tidur

Tahukah anda bahwa istrihat di tempat tidur di hari-hari pertama menyusui
adalah kunci awal keberhasilan menyusui. Ibu dapat membawa buku atau majalah
ataupun tv untuk dibawa ke kamar ibu. Siapkan juga snack dan minuman di
dekat tempat tidur. Jadi ibu hanya berdiri jika ke kamar mandi. Meluangkan
waktu untuk memanjakan diri sendiri dan menyusui bayi kapanpun ia inginkan,
akan membantu kelancaran ASI. Jika perlu jelaskan ke tiap orang bahwa ini
adalah “perintah dokter” jika ibu butuh justifikasi. Pasca melahirkan,
banyak dokter yang menginstruksikan kepada ibu utk melakukan hal diatas.
Karena meskipun ibu merasa senang dan segar, tubuh ibu tetap butuh istirahat
banyak utk memulihkan diri pasca melahirkan. Jika ibu tidak istirahat di
awal-awal pasca melahirkan, maka beberapa bulan berikutnya akan terasa lebih
sulit. Dan hal ini jelas akan mempengaruhi produksi dari ASI.

Masak dan pekerjaan rumah

Dari sekian banyak tanggung jawab, ada 2 hal yang sebaiknya tidak ibu
lakukan sendiri, yaitu masak dan pekerjaan rumah. Mintalah bantuan teman
ataupun keluarga utk dapat membantu ibu menyiapkan makanan. Jadi jika ada
banyak tamu yang datang membawakan banyak makanan, simpanlah dalam kulkas
utk cadangan makanan ibu nanti. Biasanya banyak tamu yang berpikir jika
mereka membawa makanan akan jauh lebih bermanfaat utk ibu pasca melahirkan.

Pekerjaan rumah, terutama di hari-hari saat ibu melahirkan, akan terasa
sangat menumpuk. Ini bukan waktunya utk ibu memikirkan hal-hal resik spt
ini. Meskipun banyak yang sudah membantu membersihkan rumah dsbnya. Jangan
pedulikan hal-hal yang detail, terutama menyangkut urusan keapikan rumah,
selama masa awal menyusui. Jangan paksakan diri utk membereskan pekerjaan
rumah, terutama di awal pasca melahirkan. Mintalah bantuan orang lain.
Beritahukan mereka dimana letak piring akan menghemat energi ibu daripada
mengerjakannya sendiri. Ingat dan ingatlah selalu bahwa urusan rumah
bukanlah tanggung jawab anda saat ini. Tiap orang yang bertamu akan mengerti
bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Sehingga mereka tidak akan menuntut
rumah selalu terlihat rapi. Seorang ibu menyusui yang mengatakan:

“Memang melakukan sesuatu tidak semudah mengatakan sesuatu. Semua orang
bilang saya hanya boleh menyusui saja. Santai dan jangan memikirkan urusan
rumah. Jangan hiraukan. Konsentrasi menyusui saja. Lupakan urusan lain. Saya
pikir saya tidak akan menghiraukan nasehat itu, Ini sama saja saya
membiarkan diri saya sendiri bermalas-malasan. Padahal saya dapat
melakukannya meski saya harus mengurus dan menyusui bayi saya. Saya tidak
mengerti kenapa tiap orang menyarankan hal tsb”.

Jawabannya hanya satu : Jangan biarkan energi ibu habis untuk hal yang tidak
perlu, meski itu sekecil apapun. Simpan energi ibu untuk menyusui bayi.

Pengasuh pasca melahirkan (Postpartum Doula Care )

Banyak ibu yang memilki suami ataupun keluarga yang begitu mendukung dan
membantu semua urusan ibu. Namun ada hal lain yg ibu butuhkan selain hal
tsb.Selain merawat bayi, ibu juga perlu merawat dan memanjakan diri sendiri.
Terkadang ibu juga merasa kebingungan dalam merawat bayi baru lahir.
Disinilah ibu butuh bantuan dari doula. Doula adalah orang (biasanya wanita)
profesional yg membantu ibu dalam merawat bayi dan memberikan dukungan dalam
menyusui. Banyak juga doula yg ikut membantu ibu dalam proses persalinan,
meski banyak juga yg membantu ibu pasca melahirkan.  Doula juga dapat
membantu ibu dalam mengurus rumah, mengasuh sang kakak dari bayi, ataupun
merawat anda. Kehadiran doula bukan hanya utk membantu hal-hal tsb diatas,
tetapi juga membantu memastikan ibu agar tetap percaya diri selama proses
menyusui dengan bayinya.

Saat ibu memilih menyewa doula, tanyakan betul bagaimana filosofinya tentang
perawatan bayi. Apakah ia percaya bahwa bayi disusui kapanpun bayi
menginginkan atau ia lebih meyakini agar proses menyusui dilakukan
berdasarkan jam? Apakah dia lebih suka bayi tinggal sekamar bersama ibu,
atau ia lebih suka bayi dirawat olehnya ? Apakah ia mengerti betul tentang
masalah-masalah menyusui ? Apalah dia menyarankan ibu untuk menemui
konsultan laktasi jika dibutuhkan ? Dengan mengetahui betul filosofi dari
doula yg akan ibu sewa, maka ibu dapat memastikan kelancaran berbagai urusan
di rumah dan proses menyusui. Dan apabila ibu memiliki berbagai pertanyaan
atau sekedar ingin mengetahui berbagai hal seputar menyusui, ibu dapat
menghubungi ahli laktasi.

Makan, minum dan tidur nyenyak

Agar anda memiliki tenaga utk menyusui dan merawat bayi, anda butuh makanan
yang bergizi, banyak cairan dan tidur yang banyak. Jangan melewatkan saat
makan. Bahkan, ibu perlu makan snack bergizi di sela-sela waktu makan.
Secara umum, jumlah dan kualitas makanan sangat perlu diperhatikan bagi ibu
menyusui. Meski tubuh ibu akan membuat ASI yang bagus (berkualitas) meskipun
ibu makan makanan yg kurang gizi. Makan makanan yang bergizi akan
mengembalikan tubuh ibu ke kondisi prima. Karena itu nikmatilah waktu makan
dengan baik.

Minuman juga perlu diperhatikan. Minumlah saat ibu merasa haus. Ingatlah,
minum dalam volume yang banyak tidak akan memperbanyak ASI. Air adalah
cairan terbaik. Meskipun ibu dapat minum the yg tidak berkafein jika ibu
menginginkannya. Buah dan jus jeruk juga sangat bermanfaat karena gizinya yg
baik. Tapi jika anda minum jus yang ada dalam kemasan, pastikan anda membaca
label kemasan. Pastikan tidak ada gula di dalamnya. Gula dalam jus kemasan
hanya akan menambah kalori yang tidak diperlukan tubuh. Beberapa ibu merasa
jika ia minum banyak jus jeruk, maka bayinya menjadi rewel. Demikian juga
dengan susu sapi. Beberapa bayi sensitif thd protein dari susu sapi yg ada
di dalam ASI. Meski hanya sedikit ibu yg mengalaminya.

Ada anggapan bahwa ibu harus minum susu agar dapat membuat ASI. Anggapan ini
tidak benar. ASI dibuat dari berbagai nutrien yg ada dari berbagai sumber.
Jadi bukan hanya dari susu. Banyak ibu yang tidak minum susu dan tidak ada
masalah dalam produksi ASInya.

Selain urusan makan dan minum, hal lain yg perlu ibu perhatikan adalah masa
tidur. Tidurlah kapanpun ibu bisa. Tidurlah saat bayi sedang tidur. Di awal
kehidupannya, bayi masih belum memiliki pola tidur yg teratur. Sehingga
waktu malam ia masih memungkinkan sering bangun dan memotong waktu tidur ibu
di malam hari. Karena itu tidurlah saat bayi sedang tidur. Saat bayi tidur,
biasanya ibu memanfaatkannya utk menelpon, menulis, mengerjakan pekerjaan
rumah dsbnya. Padahal inilah waktu yg tepat utk ibu banyak beristirahat.
Mungkin tidak mudah utk ibu tidur saat bayi tidur. Terutama jika tidak alma
kemudian bayi bangun. Namun seiring waktu ibu akan terbiasa beristirahat dan
mengikuti ritme bayi. Percayalah ibu akan mendapatkan banyak manfaat dengan
istirahat banyak. Apalagi tubuh ibu butuh memulihkan kondisi pasca
melahirkan.

Agar produksi ASI selalu optimal

Menyeimbangkan urusan menjaga produksi ASI agar terus optimal, menyusui dan
mengurus keluarga adalah hal yg tidak mudah. Setiap hari ibu harus memenuhi
kebutuhan bayi, keluarga dan diri sendiri. Terkadang sulit sekali bagi ibu
utk membagi perhatian dan menyeimbangkan semua urusan. Jika hal ini terjadi,
cobalah utk selalu mengingat bahwa ibu telah memberikan yg terbaik utk
keluarga ibu sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan pernah memaksakan diri
sendiri. Anda akan kelelahan jika berusaha memaksakan diri. Akibatnya
produksi ASI juga tidak optimal. Bersikap ariflah dalam melalui proses ini.
Ingatlah, anda butuh waktu banyak utk mencintai bayi anda, sosok mungil yg
baru lahir dan butuh waktu singkat sebelum ia tumbuh besar.

Referensi

American Academy of Pediatrics. Policy statement: Breastfeeding and the use
of human milk. Pediatrics 2005; 115(2):496-506.

Buranasin, B. The effects of rooming-in on the success of breastfeeding and
the decline in abandonment of children. Asia Pac J Public Health 1991;
5(3):217-20.

Dewey, K., Nommsen-Rivers, L., Heinig, M., Cohen, R. Risk factors for
suboptimal infant breastfeeding behavior, delayed onset of lactation, and
excess neonatal weight loss. Pediatrics 2003; 112(3 Pt 1):607-19.

Grajeda, R. and Perez-Escamilla, R. Stress during labor and delivery is
associated with delayed onset of lactation among urban Guatemalan women. J
Nutr 2002; 132(10):3055-60.

Hartmann, P. Lactation and reproduction in Western Australian women. J
Reprod Med 1987; 32:543-47.

Hartmann, P. and Prosser, C. Physiological basis of longitudinal changes in
human milk yield and composition. Fed Proc 1984; 43:2448-53.

Houston, M., Howie, P., McNeilly, A. Factors affecting the duration of
breast feeding: 1. Measurement of breast milk intake in the first week of
life. Early Hum Dev 1983; 8:249-54.

Hurst, N., Valentine, C., Renfro, L. et al. Skin-to-skin holding in the
neonatal intensive care unit influences maternal milk volume. J Perinatol
1997; 17(3):213-17.

Oslislo, A. and Kaminski, K. Rooming-in: a new standard in obstetrics and
neonatology. Ginekol Pol Apr 2000; 71(4):202-7.

Ransjo-Arvidson, A., Matthiesen, A., Lilja, G. et al. Maternal analgesia
during labor disturbs newborn behavior: effects on breastfeeding,
temperature, and crying. Birth 2001; 28(1):5-12.

Righard, L. and Alade, M. Effect of delivery room routines on success of
first breast-feed. Lancet 1990; 336:1105-07.

Rowe-Murray, H. and Fisher, J. Baby friendly hospital practices: cesarean
section is a persistent barrier to early initiation of breastfeeding. Birth
2002 Jun; 29(2):124-31.

Wang, Y. and Wu, S. Effect of early suckling and emptying the breasts after
nursing on exclusive breastfeeding. Zhonghua Fu Chan Ke Za Zhi 1994;
29(8):465-7, 509-10.

Widstrom, A., Wahlberg, V., Matthiesen, A. Short-term effects of early
suckling and touch of the nipple on maternal behavior. Early Hum Dev 1990;
21:153-63.

Yamauchi Y. and Yamanouchi, I. The relationship between rooming-in/not
rooming-in and breast-feeding variables. Acta Paediatr Scand 1990;
79:1017-22.

Posted by NieOsa at 10:41:07 | Permalink | No Comments »