Thursday, July 27, 2006

Mandi.. before n after merit

before merit, biasanya mandi 30 menit, bahkan lebih.
after merit ngga janji deh…
pagi2 setelah shalat subuh, mesti masak air untuk susu madu nya Aa’ama teh maduku, trus masak nasi, bersih2 rumah, belanja, masak, nyiapin makan, setrika baju kadang setelahnya masih cuci baju baru deh mandi, so waktu dah nunjuk mepet jam masuk gitu deh.
jadi mandi 15 menit itu dah bagus banget…. gpp kan mandi bentar asal tetep wangi :) … demi suami …

 

Posted by NieOsa at 02:41:27 | Permalink | No Comments »

kompor

Hari ini masak lumayan banyak, maklum kemarin undang teman2 untuk mampir ke kontrakan. ya maem bareng sambil main2 kerumah…..
hmmm sebenernya ini ide dari suami sih.. hehhehe karena ditinggal 3 hari keluar kota, jadinya dia usul supaya aku undang teman2 kerumah aja, biar ngga kesepian.
hehehhee makasih Aa’ :P

pagi2 dah bangun, untuk belanja, rencana sih simple aja, sambel menyambel ama sayur asem gitu deh.
untuk sambelnya ada yang pesen sambel miri, ada yang pesen sambel penyet biasa.. soo dua2nya gpp deh dilayani.

ayam, tempe, telor, teri..kangkung, wortel… masuk dalam plastik belanjaan.
sampai dirumah semua segera ditangani… ayam udah diungkep ama tumbar+kunyit, tahu udah ditabur ama kremesan, enak deh.

tinggal goreng2 jadi deh… alhamdulillah kompor gas kemarin masuk dalam deret kotak hadiah.
soo sekarang jadi lebih keren dr pas lajang dulu, pakai kompor ga bo ….

plung…sreng… ayam masuk lebih dulu.
seperti kebiasaan dulu2 goreng2 sambil kerja lainnya, cuci piring, bersih2 dapur potong2 sayuran..
dan jadi keasyikan, tiba2 loh2 kok bau apa nih.

wadow agak gosong ayamku.
weee… ternyata biasa pake kompor minyak tanah yang bisa disambi nonton TV jadi blingsatan ketika pakai kompor gas.
hehehheee…

dan alhamdulillah setelah biasa, jadi bisa gerak cepat nih, ga ada 15 menit ikan2 dah matang digoreng.thank’s kompor baruku… thank’s temen2 pengajian mama yang menghadiahkannya padaku … :)

 

 

 

Posted by NieOsa at 02:33:32 | Permalink | No Comments »

Wednesday, July 26, 2006

Syukuran ….

After merit qt kontrak rumah di kebonsari. Alhamdulillah lingkungannya baik n tetangganya ok’s bangget. seminggu setelah hari H kita sempat bolak-balik malang-sby. dan hari sabtunya keluarga osa ke kontrakan, ramai banget. semua tumplek blek kesana. minggu pagi sempat mas arif-mas ipar, ikut senam rutin ama tetangga, tetangga sih ramah langsung seperti dah kenal lama, btw si Mama ngotot bikin syukuran sebagai ajang silaturahim juga. hehehhee… kita sih ngangguk aja.

akhirnya seminggu kemudian hari jum’at (21 Juli 2006) mama datang beserta papa, emak n chusnul. bawa piring dll, kalo makanan sih pesen di sby.

hehehehe alhamdulillah meski kilat jadi kenal nih mana yg ibu dasawisma, mana ibu RT, mana ibu mul, hmmm ibu siapa lagi yah….

 

 

 

Posted by NieOsa at 10:24:12 | Permalink | No Comments »

Sunday, July 9, 2006

UNDANGAN

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Bismillahirrahmanirrahiim

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.“ Qs. Ar-Ruum : 21

Dengan segala Rahmat, Hidayah serta Ridho Allah SWT seraya mengagungkan shalawat dan salam kepada junjungan kita, Rasulullah SAW. beserta keluarganya, kami bermaksud menyelenggarakan Akad dan Walimah pernikahan putra-putri kami :

Erni Ekowati
Putri Pertama Bpk. Suparno

Dengan

Rochmat Sentosa
Putra Kedua Bpk. Lili Saftori

yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Akad
Hari : Ahad, 9 Juli 2006
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Jln. Dr. Wahidin Gang Sikatan No. 135 Ngawi

Walimah
Hari : Ahad, 9 Juli 2006
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Jln. Dr. Wahidin Gang Sikatan No. 135 Ngawi

Sungguh merupakan kebahagiaan & kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Sdra/i dapat berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai. Atas kehadiran dan Do’a Restunya dengan tulus kami ucapkan terima kasih.

 

        Kel. Bpk. Suparno                                                     Kel. Bpk. Lili Saftori
     Ngawi                                                                   Malang  

Ernie &  Rochmat

Barokallahu lakum wa baroka ‘alaikum wa jama’a bayna kuma fii khaiir
Semoga Allah membarokahi kalian dan melimpahkan barokah kepada kalian dan semoga Allah mengumpulkan kalian dalam kebaikan.
(HR.Abu Daud, Tirmidzi & Ibn Majjah)

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Posted by NieOsa at 06:00:00 | Permalink | Comments (7)

Tujuan Pernikahan Dalam Al-Qur’an

” Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (Q.S. al-Nur: 32).

Anjuran melaksanakan nikah dalam Al-Qur’an mengandung beberapa tujuan baik tujuan yang bersifat pisik maupun yang bersifat moral.

Tujuan yang bersifat pisik adalah untuk menyalurkan hasrat biologis terhadap lawan jenis dan juga mengembangkan keturunan sebagai pelanjut tugas kekhalifahan manusia di muka bumi.

Tujuan moral dari pernikahan adalah untuk melakukan pengabdian kepada Tuhan dengan sebaik-baiknya dan dengan pengabdian ini akan diharapkan adanya intervensi dalam kehidupan berkeluarga yang akhirnya akan melahirkan generasi-generasi yang taat dan shalih.

Sakralnya tujuan yang terkandung dalam pernikahan menunjukkan bahwa pernikahan bukanlah sekadar uji coba yang bilamana tidak mampu melanjutkannya dapat diberhentikan dengan seketika yang seolah-olah perceraian adalah sesuatu yang lumrah. Banyaknya terdapat persefsi yang seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang bahwa perniakhan hanya merupakan persoalan biologis semata.

Berdasarkan tujuan inilah maka menghadapi pernikahan harus dilakukan dengan kematangan baik kematangan dari segi material terlebih lagi dari segi moral. Dengan kata lain mendapatkan kedewasaan sebelum menikah lebih baik daripada mendapatkannya sesudah menikah.
Urgensi kematangan sebelum menikah ditandai dengan proses-proses yang harus dilalui secara berurutan seperti meresek, menanya, meminang, nikah gantung dan nikah sebenarnya. Hal ini dilakukan supaya calon suami-isteri benar-benar matang dalam mengayuhkan rumah tangganya karena proses-proses yang disebutkan tadi masih memberikan peluang untuk mengundurkan diri dari pernikahan sebelum sampai kepada pernikahan yang sebenarnya karena pengunduran diri (cerai) pasca pernikahan yang sebenarnya dapat menimbulkan korban beberapa pihak seperti keluarga dan anak-anak.

Anjuran pernikahan dalam Al-Qur’an adalah anjuran yang penuh dengan persyaratan sehingga tujuan-tujuan dari pernikahan disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an sekalipun sifatnya masih global. Tujuan-tujuan pernikahan inilah yang seharusnya dijadikan bahan evaluasi baik oleh orang tua calon maupun para calon itu sendiri untuk menentukan kadar kemampuannya dalam menghadapi pernikahan. Nampaknya tujuan-tujuan inilah yang mendasari para orang tua dahulu membuat semacam proses untuk sampai kepada pernikahan yang sebenarnya agar tujuan-tujuan dimaksud dapat direalisasikan dalam rumah tangga.
Adapun mengenai faktor biologis maka Nabi Muhammad memberikan solusi alternatif yaitu dengan melaksanakan puasa bagi yang tidak punya kemampuan untuk meredamnya. Sebaliknya Nabi Muhammad mengecam orang-orang yang punya kemampuan dalam berbagai aspek untuk menikah tapi tidak melaksanakannya dianggap sebagai orang yang anti terhadap sunnahnya. Berdasarkan hal maka pihak ketiga harus pula berperan aktif untuk mencarikan jodoh bagi orang-orang yang sangat sulit untuk mendapatkannya.

Tujuan Pernikahan

Tujuan-tujuan pernikahan sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah untuk mendapatkan surga dan ampunan Tuhan, untuk menjalankan hukum-hukum Tuhan dan mendapatkan karunia Tuhan (lihat Q.S. 2: 221, 230, Q.S. 24: 320).
Adapun tujuan-tujuan yang lain seperti mengembangkan keturunan dan menyalurkan kebutuhan biologis adalah tujuan yang paling asasi dan sekiranya Al-Qur’an tidak menyebutkannya maka dipastikan bahwa tujuan yang seperti ini sudah lumrah berlaku.

Tujuan dari pernikahan adalah untuk mendapatkan surga dan keampunan Tuhan sekalipun pernyataan ini tidak secara langsung ditegaskan dalam Al-Qur’an. Larangan Al-Qur’an menikah dengan orang-orang musyrik -walaupun mereka mengagumkan dalam berbagai aspek- didasarkan kepada kekhawatiran bahwa mereka akan menarik pasangannya yang mukmin ke neraka sedangkan Allah mengajak kepada surga dan keampunan.
Ayat ini dapat dipahami bahwa menikah dengan orang-orang musyrik tidak direstui oleh Allah sedangkan menikah dengan orang-orang mukmin sudah pasti diridhai-Nya. Oleh karena itu menikahi orang-orang yang diridhai oleh Allah adalah merupakan aturan yang wajib diindahkan sehingga implikasi yang akan diperoleh ialah mendapatkan surga dan keampunan.
Tujuan pernikahan selanjutnya adalah untuk menegakkan hukum-hukum Allah karena lebih efektif menegakkannya dengan berteman daripada sendirian. Berdasarkan tujuan ini maka keberadaan teman menikah adalah merupakan mitra dialog yang saling memberikan kontribusi kepada masing-masing pihak dalam berbagai urusan termasuk dalam urusan menegakkan hukum-hukum Allah.
Menegakkan hukum-hukum Allah dalam kehidupan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama suami isteri dan masing-masing pihak seyogianya memberikan kontrol terhadap pasangan masing-masing. Oleh karena itu salah satu pihak dianggap zhalim bilamana mendiamkan pasangannya melanggar ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan oleh Allah.
Tujuan berikutnya dari suatu pernikahan adalah untuk mencari karunia Allah yaitu berupa rezeki yang halal karena rezeki yang tidak halal tidak termasuk karunia Allah dan pengertian karunia disini dengan rezeki dapat dipahami dengan adanya kalimat fakir (fuqara’) dan kalimat kaya (yughni). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa suami isteri tidak boleh bermalas-malasan mencari rezeki karena rezeki adalah salah satu penopang kehidupan keluarga. Kata karunia dalam redaksi ini dapat dipahami bahwa pencarian rezeki harus didasari kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku dan karenanya masing-masing pihak harus selektif agar mendapatkan rezeki yang direstui oleh Allah. Urgensi pencarian rezeki yang halal dan baik akan berimplikasi kepada jiwa dan mental anak sehingga baik tidaknya seorang anak sangat ditentukan oleh nilai hukum rezeki yang diberikan.
Tujuan-tujuan dar pernikahan inilah yang seharusnya dipegang teguh secara konsisten oleh pasangan masing-masing sehingga keegoisan dalam mempertahankan dan menerima pendapat serta pemaksaan kehendak tidak seharusnya terjadi dalam kehidupan rumah tangga.
Ide-ide yang muncul dari pihak suami atau isteri harus dipikirkan secara rasional tidak dengan emosional dan oleh karena itu setiap ide yang muncul perlu didiskusikan agar memiliki tujuan yang jelas agar pihak lain tidak merasa terpaksa menerimanya dan hal ini adalah merupakan gambaran rumah tangga yang demokratis.

Penutup
Tujuan-tujuan yang terdapat dalam pernikahan sebagaimana yang telah digambarkan oleh Al-Qur’an menunjukkan bahwa perlunya kematangan dan kesiapan mental bagi yang ingin melaksanakan pernikahan.Kematangan dan persiapan menunjukkan bahwa pernikahan yang dilakukan berada pada tataran yang sangat serius yang tidak hanya memperhatikan aspek biologis akan tetapi tak kalah pentingnya ialah memperhatikan aspek psikologi dan dengan berdasarkan inilah diduga kuat bahwa pernikahan dimasukkan ke dalam kategori ibadah.

* Dosen Fak. Tarbiyah IAIN-SU, Pengurus El-Misyka Circle
http://coolstuff.blubox.us/wp/?cat=6

Posted by NieOsa at 03:27:22 | Permalink | No Comments »

Hatur Nuwun

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji Syukur pada Allah SWT. karena semua langkah ini tak kan ada tanpa kehendakNya.
Syukur alhamdulillah dan salawat pada Rasulullah SAW. pada beliau ada teladan yang tidak ada habisnya.

Ernie :
Sungkem terdalam untuk Almarhum Ibunda, beliaulah yg madrasah pertamaku yang sampai saat ini tak habis kata untuk terima kasih atas semua didikannya.
Sungkem pada Bapak, yang memberi contoh sikap qonaah yang paling dalam.
Hatur Nuwun Alhamarhum Nenenda yang memberi inspirasi tentang wanita jawa yg patuh pada suami dan tegar… juga Almarhum Mbahkung dan Mbah ti Kudus..(meski harapan mbah untuk menghadiri pernikahanku tidak terkabul.. tapi aku tau kalian pasti ikut tersenyum)
Sungkem dan hatur Nuwun pada keluarga di Ngawi (keluarga Pakdhe & Budhe Moertedjo dan keluarga Pakdhe dan Budhe Moersidi juga keluarga Tante Tin ) yang sangat membantu dari proses awal hingga akhir.
Sungkem dan hatur nuwun pada keluarga di Malang (pada Mak, Mama, Papa, Teh Yusi, Teh Kokom, juga adik2, mas,mbak,adek ipar :) ) yang begitu menerimaku apa adanya.

Rochmat :
sungkem & Hatur Nuwun untuk Mama dan Papa atas restunya dan contoh teladannya selama ini.

Ernie & Rochmat :
Hatur Nuwun pada warga Smooth House, kalianlah saudara sebenar-benarnya .. dengan kalian mampu ada kenangan tawa, tangis, ceria… juga kalianlah pensupport yg tanpa henti
Hatur Nuwun pada Pink Family, meski apapun yg terjadi.. kalian tetap saudara…
Hatur Nuwun pada keluarga Baziskaf (sukron Pak Iwan atas supportnya, Sukron Ustadz Abdussalam dan Ustadzah Ida yg selalu mendorong untuk menuju kesana .. Sukron Pak Niyat petuah2nya dan dorongannya sangat membantu menjadikannya lebih cepat …sukron pada keluarga Baziskaf yang lainnya )
Hatur Nuwun pada teman-teman erte6, kebersamaan yg terjalin menjadi motivator untuk selalu lebih baik
Hatur Nuwun dan sungkem kepada Bu Sutrisno sekeluarga.. (Ibu adalah sebenar-benarnya Ibu setelah Alhmarhum Ibunda …:) )
Hatur Nuwun kepada keluarga besar USI DIVRE V juga SDM Divre V
Hatur Nuwun kepada teman2 WBS, Rajasa, Mega. pasti ada yang indah hingga terukir kenangan tak terlupakan.
Hatur Nuwun keluarga Mbah Ti, Jetis Kulon 8 No. 61 (A-F).. keluarga Mbah bagai keluarga sendiri :)
Hatur Nuwun pada Pak Ma’ruf sekeluarga …
Hatur Nuwun pada Mbak Rini & Pak Albert sekeluarga
Hatur Nuwun pada teman-teman Kampus ITATS :)
Hatur Nuwun pada keluarga besar WIKUSAMA
Hatur Nuwun pada keluarga besar FLP
Hatur Nuwun pada Keluarga besar ADKAB SBT
Hatur Nuwun pada semua teman-teman dan rekan juga Bapak Ibu yang banyak mensupport yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu

Waasalamualaikum Wr. Wb.

- Ernie & Rochmat -


 

 

Posted by NieOsa at 01:59:37 | Permalink | No Comments »

Nieosa Guestbook

Semua yang membaca blog ini berarti telah kami undang dalam walimah kami :). datang ya .. :) tapi kami tetap maklum betapa banyaknya kesibukan dari teman-teman dan saudara sekalian. meski tidak datang do’a restunya tetap kami harapkan, untuk itu kami memberikan ruang untuk sepatah kata restu, do’a dsb. silakan klik sini Nieosa Guestbook
Posted by NieOsa at 01:38:39 | Permalink | No Comments »

Do’a

Barokallahu lakum wa baroka ‘alaikum wa jama’a bayna kuma fii khaiir
 

“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya, membarokahi mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu- pintu rohmat sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat”
(Do’a Rosulullah SAW, pada pernikahan putri beliau Fatimah Azzahra RA dengan Ali bin Abi Tholib RA)

  

Posted by NieOsa at 01:23:20 | Permalink | No Comments »

ERNIE

anak pertama dari pasangan Suparno dan Moeryati. Mempunyai 2 orang adik, dwi (octa dwi rukmana wati) dan Tika (Anis Mustika Sari). Mulai lair hingga SMP tinggal di kota kecil Ngawi. Seneng banget berpetualang, sejak SD sudah mulai pergi naik2 bis ke kudus, hingga tersesat di blora hehhe dasar. Pernah di kejar hansip gara2 mandi di air terjun alun2 sama teman2nya pas kelas 1 SD ..pernah dikejar orang gila gara2 godain..pernah coba jualan jajan pas TK tapi diboongi kakaknya hingga bangkrut karena diambili dan dimakan ga mau bayar (hehehe sudah deh.. cukup…entar malu2in lagi..)
dalam test IQ waktu esde dikatakan, suka nentang dan akan maju kalo ada persaingan(kompetitif)…dan pemberani (hehehe bener ngga sih kenyataannya).. tipe plegmatis .. tapi sekarang dah mulai kolerik nih.. meski tetep plegmatisnya ada :D
dididik mandiri sejak kecil, menjadi Ibu bagi adek terkecilnya sejak kelas 2 SMP (maklum Tika-adeknya. sejak 7 bulan udah ditinggal bunda tercinta). Soo untuk urusan mandiin, gendong2 bayi dll dah biasa kali :D.
tapi Alhamdulillah semua itu berguna banget kedepannya.
Sejak SMU mulai merantau di kota Apel Malang. karena menuntut ilmu, dan disana oleh Ernie dibilang salah jurusan nih, harusnya ke kiri malah ke kanan, harusnya ke kedokteran malah ke teknik hiks.. sedih… tapi kl ngga gitu ngga kenal rochmat dan mungkin ngga ada blog ini :)
lulus dari Moklet mulai merantau lagi di Surabaya dan sampai sekarang deh. 
 
 ROCHMAT

Anak kedua dari pasangan Lili Saftori dan Yuliasti, mempunyai satu orang kakak (Yusi) dan 5  orang adek (Adi,chusnul,ichan,aita) hehehhe banyak banget ya.. kata ibunya sih emang sengaja ngga KB :).
karena sejak kecil ikut ayahnya pindah-pindah dari mulai kota besar bandung, surabaya juga merambah ke kota-kota pelosok sumatra dan kalimantan, sehingga jadilah Rochmat yang pendiam. habisnya mau kenal dekat ama temannya eee pindah lagi..akrab dengan teman .. eeee pindahhh kota… mulai punya teman … eee babe mutasi .. jadi deh pindah lagi gitu terus, hingga kelas 5 SD, baru sejak itu Ayahnya mutusin tetep aja di Malang ketika merasa cocok dengan suasana malang. Maklum kedua ortunya berasal dari daerah dingin, jadi merasa malang seperti pulang ke kota sendiri.
anak paling ngalah di seluruh saudaranya. tempat kakaknya merajuk dan minta ini itu (hehehe teh ga kebalik tha ? ) …
Tipe melankolissss abizzzz deh. Model anak Mama yang senang dirumah, maniac game dan sepak bola. Meski anak mama dia tipe mandiri. dan tidak manja (hehehe pengakuan yang narsis abizz). Sangat mengidolakan ortunya.
 

Posted by NieOsa at 00:34:40 | Permalink | Comments (1) »