Monday, June 26, 2006

Ucapan Doa

Assalamualaikum Wr. Wb.
” Barokallahu lakum wa baroka ‘alaikum wa jama’a bayna kuma fii khaiir “
“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya, membarokahi mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu- pintu rohmat sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat” (Do’a Rosulullah SAW, pada pernikahan putri beliau Fatimah Azzahra RA dengan Ali bin Abi Tholib RA)

Semua yang membaca blog ini berarti telah kami undang dalam walimah kami :). datang ya .. :) tapi kami tetap maklum betapa banyaknya kesibukan dari teman-teman dan saudara sekalian. meski tidak datang do’a restunya tetap kami harapkan, untuk itu kami memberikan ruang untuk sepatah kata restu, do’a dsb. silakan klik sini Do’a N Ucapan

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Posted by NieOsa at 02:48:18 | Permalink | No Comments »

Tuesday, June 13, 2006

Tips Menghentikan Dot Tanpa Penolakan

Bagi kita yang sudah mengalami, menghentikan anak menggunakan dot (seperti halnya juga menghentikan ASI) menjadi saat-saat yang penuh ‘perjuangan’. Perasaan antara ‘harus tega’ dan ‘kasihan’ menjadi satu begitu melihat anak menangis tersedu-sedu hanya karena tidak boleh lagi minum pakai dot.

Jika anda sudah membaca ebook saya ”3 Tahun Pertama yg Menentukan”(http://ebook.balitacerdas.com),tindakan yg akan sangat memudahkan kita dalam mengajarkan disiplin kepada anak, atau meminta anak menuruti apa yg kita inginkan, adalah dengan menerapkan SIGNAL AWAL.

Sekitar 2 minggu yang lalu, ketika anak ke-3 saya (Fuka) tepat menginjak usia 2 tahun 8 bulan,kami memutuskan untuk menghentikan Fuka minum pakai dot, dan BERHASIL dengan sangat memuaskan, tanpa ada penolakan dari Fuka, tanpa ada tangisan tersedu-sedu di malam hari.

Kali ini, penerapan signal awal kami terapkan kepada Fuka dalam waktu beberapa minggu sebelum Hari-H penghentian dot.

Caranya ?

Beberapa minggu sebelumnya, di setiap kesempatan yg memungkinkan saya dan istri sering mengatakan bahwa Fuka sudah besar, sambil pura-pura membandingkan tinggi badan Fuka yang sudah menjadi lebih tinggi.

Misalnya, ”Kemarin Adek Bayi (note: Fuka memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Adek Bayi) tingginya segini (sambil menunjuk leher), sekarang sudah nambah tinggi jadi segini (sambil menunjuk kepalanya). Adek Bayi sudah besar ya…”.

Kebetulan ada keponakan yg umurnya baru 1 tahun,namanya Naufal, kami ‘manfaatkan’ untuk membandingkan lebih lanjut. Kami sering mengatakan kepada Fuka, ”Adek Naufal masih kecil banget ya.., makanya sukanya minum pakai dot”. Biasanya Fuka akan mengatakan, ”Dot Adek Bayi dikasihkan ke Adek Naufal aja ya.. ‘kan Adek Bayi sudah besar”. Kemudian kami merespons,
”Iya ya.. nanti kapan-kapan kita kasih ke Adek Naufal aja ya..”.

Dengan melakukan hal diatas beberapa waktu, Fuka mulai ‘terkondisikan’ bahwa dia sudah besar, dan sudah tidak perlu lagi minum memakai dot.

Pada saat Hari-H tiba, sebelum saya berangkat ke kantor suasana pagi kami buat cukup  Menyenangkan, kemudian istri saya mengatakan kepada Fuka,”Mulai hari ini Adek Bayi tidak minum pakai dot lagi. Botol dotnya enaknya digimanain ya?”.

Pertanyaan diatas sengaja dilakukan supaya apa yang akan dilakukan menjadi keputusan dari Fuka sendiri dan bukan paksaan dari orang lain.

Karena sudah terkondisikan, Fuka menjawab,”Botol yang kecil dibuang aja, yang besar dikasihkan ke Adek Naufal”.

Kemudian istri saya mengambil plastik sampah,”Yang kecil dibuang disini, yang besar  dimasukkan ke tas Ayah, nanti sama Ayah dikasihkan ke Adek Naufal”.

Kemudian Fuka diminta membuang sendiri tas plastik sampahnya, dan memasukkan sendiri botol dot besarnya ke dalam tas saya.

Sampai disini proses berjalan sangat lancar. Saya berangkat ke kantor, dan Fuka sudah sadar bahwa dia tidak punya botol dot lagi.

Beberapa jam setelah tiba di kantor, istri saya telephone menyampaikan kalau Fuka agak rewel tidak mau minum susu karena tidak pakai dot. Di telephone saya tegaskan kepada Fuka, ”Tadi pagi ‘kan dot kecilnya sudah dibuang sama Adek Bayi sendiri. Yang besar sudah Ayah kasihkan ke Adek Naufal.Jadinya Adek Bayi harus minum susu pakai gelas dong ya..”.

Awalnya Fuka tetap tidak mau minum susu, tetapi menjelang siang akhirnya mau minum dengan gelas untuk anak balita (yang pegangannya ada dua itu loh..).

Biasanya, masalah terbesar timbul di malam hari pada saat anak terbangun minta minum susu, seperti yang dulu kami alami dengan anak pertama kami, Rihan (kebetulan anak kedua kami, Afi, tidak pernah minum pakai dot). Kamipun telah siap untuk ‘perang’ melawan rasa kasihan yang akan terjadi.

Tetapi untuk kasus Fuka kali ini, apa yang kami khawatirkan tidak terjadi. Kami tidak mengalami masalah di malam hari. Malam itu Fuka terbangun, melihat sekeliling sebentar, kemudian tidur lagi.
Kami sendiri sempat kaget, kok Fuka tidak rewel mencari dotnya lagi.

Kami yakin ini bisa dilalui sebagai hasil yang telah kami lakukan beberapa waktu sebelumnya itu.

Setelah itu semuanya berjalan lancar, Fuka tidak lagi minum susu memakai dot.

Hal positif yang terjadi setelah itu adalah:

1. Fuka mau makan dengan baik, jauh lebih banyak dari sebelumnya.
Biasanya, jika anak terlalu tergantung dengan susu, anak menjadi susah makan. Maunya minum susu terus.
Jika kita orangtua mengikuti terus kemauan anak yang seperti ini, akan sulit  menghentikannya nanti.

2. Fuka tidak mengompol lagi.
Hal ini sangat memberi manfaat. Dengan memuji anak bahwa dia tidak mengompol, rasa percaya diri anak kelihatan meningkat. Setiap kali dia bangga bahwa dirinya bukan anak kecil lagi, sehingga anak menjadi lebih mandiri.

Selain itu, kita tidak perlu mengeluarkan lagi biaya pembelian diapers yang cukup mahal itu (lumayan ‘kan..).

3. Kami bisa istirahat lebih baik karena tidak perlu harus bangun membuatkan susu lagi.

Yang perlu DIINGAT dalam hal menghentikan dot ini, jika anak menjadi rewel, itu adalah hal yang SANGAT WAJAR.

Seperti halnya kita orangtua juga, anak awalnya pasti akan menjadi tidak nyaman dengan perubahan ‘negatif’ yang dialaminya. Tugas kita untuk mencari alternatif kegiatan sehingga rasa tidak nyaman itu bisa dikurangi dan akhirnya bisa ditinggalkan.

Begitu kita memutuskan untuk melakukan penghentian dot, lakukan dengan tegas (BUKAN berarti sambil marah loh!). Jangan sampai kita menyerah begitu melihat anak menangis meminta dotnya. Jika hal ini dilakukan berulang kali, kita akan menjadi sangat kesulitan melakukannya lagi, karena anak merasa bahwa dia bisa merubah apa yang telah menjadi keputusan orangtuanya.

Jadi, untuk menghentikan suatu kebiasaan anak, faktor PENTING dan EFEKTIF yang bisa dilakukan adalah:

1. Pemberian SIGNAL AWAL kepada anak tentang perubahan yang akan terjadi pada dirinya.

2. Tindakan TEGAS tapi tetap dengan menunjukkan kASIH SAYANG sehingga anak memahami bahwa apa yang kita lakukan memang akan terjadi.

3. KERJASAMA orangtua dan pihak lain sehingga tidak terjadi perbedaan dalam memperlakukan anak.

Selamat Mencoba.. dan ditunggu cerita pengalaman anda.

berdasar pengalaman Taufan Surana (taufan@balitacerdas.com)

Posted by NieOsa at 01:56:52 | Permalink | No Comments »

Monday, June 12, 2006

Boyongan

Hari jum’at tgl 9 juni udah dimulai acara boyongan, berhubung barang Ernie yg banyak, jadi Ernie dulu deh yg boyongan, ada 3 kardus besar, 7 kardus kecil kali… hehhhee…
dan itupun masih tersisa 4 kardus kecil, plus baju satu tas, lemari, kontainer besar, sedang, kecil, kipas angin, bantal, guling hehhehee
banyak kali ya…

karena gangnya hanya bisa lewat satu mobil dan satu sepeda motor soo ga bisa atret deh udah gang buntu lagi… alhamdulillah satu rumah disamping lahan kosong, untuk olahraga warga katanya, rochmat langsung berbinar.
Gang yang konon kata pemilik rumah pernah menang di ajak green and clean jawapos memang kelihatan ijo royo2 dan sejuk, dan memang ternyata ngga gangnya aja yg sejuk. dari pertama datang warga udah banyak keluar rumah untuk kenalan.
mulai yg bantu atret, hingga 1’st shooping Ernie di pedagang keliling jadi ajang silaturahmi.
“ini loh potnya cantik2… keluarga baru biasanya belinya ember itu yg kecil satu.. yang besar..sebelah sana” celetuk seorang ibu depan rumah, wajahnya tersenyum ramah.
“hmm sothil, enthong udah belum ? untuk gorengin masnya tempe…” kelakar seorang bapak.

ya do’a kami berdua meski masih ngontrak semoga barakah, Amien

Allahuma Firli danbi, wawa siqli darrii wa bariqli rizki..
“Ya Allah ampuni dosaku, lapangkanlah rumahku dan barakahi rezekiku…”

Posted by NieOsa at 10:10:04 | Permalink | No Comments »

Kebonsari VII No.30

kami menemukannya ditengah keputuasaan. kala itu jam sudah menunjuk ke angka 08 malam, muter2 udah sejak habis magrib start 4 harian rutin. Alhamdulillah. Rumah itu terletak di gang buntu, bercat putih dengan lantai teras warnah hijau, ada stiker milik tentara dipintu depan, kalau kalian melintas di jalan tol menuju Surabaya setelah terlintas Masjid Agung Al-Akbar sebentar kemudian akan menemukan Apartemen warna pink-merah marun yg kelihatan jelas, ya rumahnya disekitar itulah. kalo resmi masuknya sih coba lewat A.Yani masuk ke injoko terussssssssssssssss aja sampe nemu apartemen yg tadi, dan didepannya ada gang langsung ikuti aja jalan itu, pokoknya ikut aja jangan belok jika ngga notok, jika dah notok belok kiri, kanan, terusss notok lalu belok kiri deh. hehehhhee.kalo ke Surabaya mampir aja, kalo yg dah disurabaya silakan main :)
Posted by NieOsa at 10:09:10 | Permalink | No Comments »

Monday, June 5, 2006

PERKEMBANGAN OTAK ANAK

Hubungan antar sel-sel otak dibentuk dengan adanya saling kirim-dan-terima signal. Signal yang berupa getaran aliran listrik
ini mengalir dari sel yang satu ke sel yang lainnya, dan dengan bantuan zat kimia seperti serotonin, terbentuklah HUBUNGAN
antara sel-sel otak tersebut.

Rangsangan yang terus-menerus, yang anda berikan melalui bentuk kegiatan yang BERULANG-ULANG, akan semakin  MEMPERKUAT hubungan antar sel-sel otak.

Satu sel otak mampu membuat 15.000 hubungan dengan sel otak yang lain. Hubungan yang sangat rumit inilah yang membentuk jaringan antar sel-sel otak.

PENGALAMAN yang diterima oleh bayilah yang akan menentukan bentuk jaringan di dalam otak.

Sejak bayi lahir, jaringan ini akan dibentuk dengan cepat sekali, dan pada usia anak mencapai 3 tahun, otak anak anda akan
membuat kira-kira 1000 TRILYUN hubungan, dimana jumlah ini adalah 2 KALI LIPAT dari jumlah hubungan jaringan otak pada orang dewasa.

Hubungan otak yang densitas/kerapatannya sangat tinggi ini akan tetap dipertahankan sampai dengan umur 10 tahun.

Setelah itu, apa yang akan terjadi ?

Setelah anak menginjak usia 11 tahun, hubungan antar sel-sel otak tersebut akan DISELEKSI secara alami, dimana hubungan yang sering digunakan akan semakin diperkuat dan menjadi permanen, sedangkan hubungan yang tidak pernah digunakan akan diputus/dibuang.

Camkan benar-benar kalimat berikut :

KECERDASAN anak anda ditentukan oleh KUAT dan BANYAKNYA hubungan dan jaringan antar sel di dalam otak anak anda !

Disinilah pentingnya pengalaman pada USIA AWAL/DINI.

Disinilah peran orangtua akan sangat menentukan. STIMULASI yang anda berikan kepada anak anda akan SANGAT menentukan apakah hubungan antar sel-sel otak anak akan diperkuat atau justru diputus dan dibuang.

sumber : milist

Posted by NieOsa at 03:48:31 | Permalink | No Comments »

KELUARGA HARUS MEMPERHATIKAN IKLAN SUSU YANG BEREDAR

Tingkat konsumsi Docosahexanoic Acid (DHA) yang berlebihan akan membahayakan metabolisme tubuh. Sebab tubuh terpaksa dibebani pekerjaan yang lebih berat untuk mengeluarkan asam lemak esensial tersebut.

Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian yang dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak anak termasuk untuk ibu hamil.

“Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan asam linolenat itu ke dalam susu”, ujarnya

Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih sulit diserap oleh pencernaan bayi. Terlebih lagi, katanya, karena susu yang akan dikonsumsi ini harus dibuat dengan menggunakan air panas hingga mengalami proses pemanasan. Akibatnya, aktifitas enzim desaturase dan elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA dalam tubuh secara otomatis hancur.

Karena itu, Utami, sebagai pakar Air Susu Ibu (ASI) mengingatkan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya jangan terpengaruh terhadap iklan susu dan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA dengan iming-iming mampu meningkatkan kecerdasan bayi. “Asam lemak esensial tersebut justru cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur DHA nya tergolong ikatan rantai
panjang yang sangat mudah diserap pencernaan bayi”, ujarnya.

Karena itu dia menganjurkan agar bayi diberikan ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena asam lemak ASI juga terdiri dari asam arakidonat.
“Berarti, kandungannya melebihi unsur asam linoleat dan asam linolenat”.

Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan tempe yang mengandung pula asam linoleat maupun asam linolenat karena lemaknya termasuk ikatan rantai panjang. Utami menjelaskan, setelah mencapai umur enam bulan, bayi juga dapat diberikan ikan laut, yang secara alami mengandung pula kedua asam lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu formula.

Menyesatkan Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Rumah Sakit Saint Carolus ini mengakui, semboyan “Empat Sehat Lima Sempurna” yang berlaku sejak dulu dinilai telah menyesatkan masyarakat. “Orang beranggapan konsumsi makanan sehari hari belum sempurna jika tidak minum susu. Susu bukan berarti tidak penting, namun bukan segala galanya”, tegasnya lagi. Dia bahkan melihat iklan susu maupun makanan bayi dan anak anak yang diimplementasi dengan DHA cenderung menyesatkan masayarakat, karena produsen memanfaatkan kebodohan konsumen yang tak memahami manfaat sesungguhnya dari unsur tambahan tersebut.  Sementara, kalangan spesialis gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih awam terhadap kandungan DHA dalam susu. Karena sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian tentang manfaatnya.

Dokter Soebagyo Sumodihardjo MSc, pakar gizi dari bagian Ilmu Gizi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa. Ketika pembukaan lokakarya “Pemerataan serta Peningkatan Pemanfaatan Lulusan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non Departemen Kesehatan dan Kesejahteraaan Sosial” kemarin di Jakarta, dia belum bersedia dimintai komentarnya.
“Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur”, ujarnya. Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah segala informasi dikumpulkan dari berbagai sumber.

Spesialis Anak Dr. Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa overdosis DHA pada manusia,sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa perdarahan, mirip flek flek berwarna kebiruan di kulit. “Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda”. (junaedi)

Sumber : http://www.bkkbn.go.id

 

 

Posted by NieOsa at 03:36:54 | Permalink | No Comments »

Friday, June 2, 2006

Menikahlah karena kau akan menjadi kaya….

Subhanallah…
ketika membaca halaman itu di sebuah buku. aku tertegun.
menjadi kaya dengan menikah, kayak pesan MLM aja.
gimana bisa ?

setelah survey sana sini secara fakta memang banyak benernya. yg biasanya bujang sukanya serba praktis beli maem delivery, nyuci dicucikan, kemana-mana males hingga harus pake taxi, beli ini itu tak terkendali. lha setelah nikah kan bisa, demi suami tercinta maem masak sendiri (brapa coba sudah hematnya), nyuci beli mesin cuci, emang berat diawal tapi hemat setelahnya, kemana-mana diantar suami .. udah bahagia.. ngirit lagi.. heheheh bener juga tuh, belum lagi ngekostnya…. brapa yg bisa ditabung tuh.. :)

tapi itu bagi yg udah merasakan menikah bisa berkata gitu deh, tapi dalam pikiran aku yg masih mau akan menikah sering muncul selintas tanda tanya besar tentang itu. benarkah menikah akan menjadi kaya ?

dan semuanya terjawab, ketika hati bergerak kesitu.
mulai dari proses lamaran hingga persiapan walimah … ada aja rezeki yang mengalir.
Alhamdulillah.

dan yang membuat terbengong, dan berkali aku berucap syukur alhamdulillah.
keluarga2 besar dari nenekku yg sering tengkar, ketika mulai mengurus prosesku, semuanya bersatu bagai tak kelihatan bahwa mereka pernah bertengkar.
subhnallah… aku bagai menemukan saudaraku yg hilang… juga banyak teman almarhum ibu yang dengan suka cita membantu tanpa pamrih. Allah… aku banyak mempunyai saudara… apa yg bisa melebihi kebahagiaan mempunyai banyak cinta dari orang-orang terdekat dan orang2 disekitar kita.

dan Alhamdulillah aku semakin kaya dengan cinta dan ukhuwah ketika menengok bahwa aku akan mempunyai ibu lagi, nenek dan saudara yg bertambah banyak dari saudara calon suamiku..

kembali aku terpaku dalam lembaran di buku itu, ketika aku membereskannya.
ya aku masih mau akan menikah, namun aku merasa bahwa begitu kaya.. kaya akan cinta…
Subhanallah…
Maha Suci Engkau Allah.

- Ernie -
3 juni 2006, 18.00 WIB

 

Posted by NieOsa at 12:15:02 | Permalink | Comments (1) »